Tambah 176 Gerai Hingga September 2021, Masa Depan Erajaya (ERAA) Kian Cerah

23 Desember 2021 12:00 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Vega Aulia

JAKARTA – PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) menunjukkan optimisme di tengah pandemi COVID-19 yang belum usai dengan terus melakukan ekspansi. Perseroan telah merealisasikan pembukaan 176 gerai hingga kuartal III-2021.

“Kami menargetkan untuk membuka 200-300 gerai di tahun ini, di mana sampai akhir September 2021 kami telah menambah 176 gerai baru,” ujar Sekretaris Perusahaan Erajaya Swasembada, Amelia Allen kepada TrenAsia.com, Rabu, 22 Desember 2021.

Pihaknya juga akan terus memantau situasi dan kondisi pandemi saat ini. Namun, ia memastikan bahwa perseroan akan tetap menerapkan strategi yang tepat untuk menangkap momen yang ada di pasar, terutama momen liburan akhir tahun.

Emiten distributor gawai ini mencatatkan kinerja gemilang selama sembilan bulan pertama tahun ini. Penjualan serta laba bersih perseroan tumbuh secara signifikan pada periode Januari – September 2021.

Dilansir dari laporan keuangannya, Erajaya membukukan penjualan bersih sebanyak Rp31,18 triliun pada triwulan ketiga 2021. Angka tersebut melonjak 34,6% dari Rp23,17 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Pada kesempatan yang sama, perseroan meraup laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih sebesar Rp719,2 miliar per 30 September 2021, meroket 143,7% dari Rp295,1 miliar pada kuartal III-2020.

Sementara itu, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Chistine Natasya menilai kinerja moncer akan kembali ditunjukkan oleh Erajaya pada akhir tahun ini. Bahkan, perseroan memiliki masa depan yang cerah seiring dengan pesatnya permintaan gadget di dalam negeri.

“Potensinya masih bagus karena kita tahu sekarang adalah era digital. Di samping itu, peluncuran iPhone 13 juga dapat mendongkrak penjualan perseroan,” tutur dia saat dihubungi.

Secara teknikal, Mirae Asset melihat pergerakan harga saham ERAA mengalami rebound dari batas garis fibonacci retracement 138,2% setelah pola tweezer bottom candlestick pattern terbentuk. Di sisi lain, indikator stochastics dan RSI menunjukkan sinyal positif.

Sehingga, Mirae Asset merekomendasikan akumulasi beli dengan target harga secara bertahap pada level 615, 630 dan 640, dengan support terdekat berada pada 590. Adapun target harga tertinggi untuk saham ERAA saat ini mencapai 690.

Sebagai informasi tambahan, saham ERAA resmi menjadi konstituen indeks ESG Sector Leaders IDX KEHATI yang baru saja diluncurkan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 Desember 2021. ERAA merupakan salah satu dari 48 emiten yang masuk dalam daftar indeks baru ini.

ESG Sector Leaders IDX KEHATI berisikan saham-saham dengan hasil penilaian kinerja ESG (environment, social, and governance) di atas rata-rata sektornya serta memiliki likuiditas yang baik. Klasifikasi industri mengacu kepada IDX Industrial Classification (IDX-IC).

Amelia turut mengapresiasi atas masuknya ERAA ke dalam indeks tersebut. Menurutnya, hasil ini merupakan pencapaian komitmen perseroan untuk terus berkinerja positif, namun tetap memperhatikan praktek layanan ESG yang berkelanjutan. 

Berita Terkait