Taliban Blokir Bandara Kabul, Evakuasi Warga Keluar Afghanistan Macet

29 Agustus 2021 15:07 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Sukirno

Proses evakuasi warga Afghanistan dan warga asing di Bandara Hamid Karzai Kabul, Afghanistan. (FoxNews)

JAKARTA -- Taliban memblokir Bandara Internasional Hazid Karzai Kabul bagi sebagian besar warga Afghanistan yang berharap untuk dievakuasi keluar dari negara itu sejak kelompok itu menguasai Kabul 15 Agustus 2021 lalu.

Mengutip Reuters, dua tokoh senior Taliban pada Jumat, 27 Agustus mengatakan bahwa kelompok itu siap mengambil kendali penuh atas bandara itu pada awal akhir pekan ini.

Pengambilalihan dilakukan setelah pasukan Amerika Serikat dan sekutu menghentikan pengangkutan udara yang kacau sejak dua pekan lalu. Banyak korban jatuh, setidaknya puluhan orang, selama proses evakuasi.

Seorang komandan senior mengatakan pasukan Taliban telah mengambil alih sebagian besar bandara, "tidak hanya sebagian kecil di mana AS masih berada."

Seorang pejabat lain mengatakan pasukan siap untuk mengambil kendali penuh, menambahkan: "Ini hanya masalah waktu lagi. Begitu orang Amerika pergi, mereka hanya perlu memberi kami sinyal dan kami akan mengambil alih," katanya. "Ini bisa dilakukan paling cepat akhir pekan ini."

73 Tewas dalam Serangan di Bandar Kabul

Menurut laporan ABC News, AS mendesak pasukannya segera meninggalkan Afghanistan menyusul penyerangan yang dilakukan dua bom bunuh diri dan pria bersenjata menyerang kerumunan warga Afghanistan yang berbondong-bondong ke bandara Kabul pada hari Kamis lalu.

Serangan itu menewaskan 60 warga Afghanistan dan 13 tentara AS. Lebih dari 140 warga Afghanistan terluka, kata pejabat AS dan Afghanistan. Taliban mengklaim bertanggung jawab atas insiden itu.

Ledakan kedua terjadi di atau dekat Baron Hotel, di mana banyak orang, termasuk warga Afghanistan, Inggris dan Amerika, yang diminta untuk berkumpul dalam beberapa hari terakhir sebelum menuju ke bandara untuk evakuasi.

Ledakan lainnya terjadi beberapa saat kemudian, tetapi juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan beberapa ledakan dilakukan oleh pasukan AS untuk menghancurkan peralatan mereka.

Jenderal Frank McKenzie, Kepala Komando Pusat AS yang mengawasi evakuasi mengatakan, serangan itu tidak akan menghentikan AS untuk mengevakuasi orang Amerika dan lainnya, dan penerbangan keluar terus berlanjut.

Dia mengatakan ada sejumlah besar keamanan di bandara, dan rute alternatif digunakan untuk mendapatkan pengungsi. Sekitar 5.000 orang sedang menunggu penerbangan keluar di bandara.

Dalam pidato emosional dari Gedung Putih, Presiden AS Joe Biden mengatakan pertumpahan darah terbaru tidak akan membuat AS keluar dari Afghanistan lebih awal dari yang dijadwalkan pada 31 Agustus.

Dia telah menginstruksikan militer AS untuk mengembangkan rencana untuk menyerang Islamic State (IS), sebuah kelompok pemberontak yang lebih radikal dari Taliban.

"Kami tidak akan memaafkan. Kami tidak akan lupa. Kami akan memburu Anda dan membuat Anda membayar," kata Biden.

Para pemimpin Barat mengakui bahwa penarikan mereka dari Afghanistan berarti meninggalkan beberapa warga mereka dan banyak penduduk lokal yang membantu mereka selama bertahun-tahun.

Karena itu, mereka berjanji untuk mencoba terus bekerja dengan Taliban untuk mengizinkan sekutu lokal pergi setelah tenggat waktu Presiden Joe Biden pada 31 Agustus untuk mundur dari negara itu.

Menurut data pemerintah AS, 2.000 orang dievakuasi selama 12 jam pada 28 Agustus 2021. Sebelas penerbangan militer AS membawa 1.400 orang, sementara tujuh penerbangan koalisi mengevakuasi 600 orang, kata seorang pejabat Gedung Putih.

Evakuasi Perlahan Dikurangi

Sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat bahwa jumlah evakuasi akan berkurang di tengah misi penarikan militer AS pada akhir bulan ini.

Sementara, saat ini Taliban mengerahkan pasukan tambahan di luar bandara untuk mencegah kerumunan besar berkumpul setelah pemboman hari Kamis.

Lapisan baru pos pemeriksaan bermunculan di jalan-jalan menuju bandara, beberapa diawaki oleh pejuang Taliban. Area di mana orang banyak berkumpul selama dua minggu terakhir dengan harapan melarikan diri dari negara itu sebagian besar kosong.

Al Jazeera melaporkan bahwa sejak Jumat malam, militer AS telah menarik kembali pasukannya dan menyerahkan pos penjagaannya kepada Taliban di perimeter luar bandara Kabul dan di beberapa posisi di dalam bandara sebelum batas waktu untuk penarikan terakhir pasukannya.

Taliban telah mendorong warga Afghanistan untuk tinggal, menjanjikan amnesti bahkan kepada mereka yang berperang melawan mereka, dan mengatakan penerbangan komersial akan dilanjutkan setelah penarikan AS. Namun tidak jelas apakah maskapai penerbangan akan bersedia menawarkan layanan penerbangan mereka.

AS dan sekutunya mengatakan mereka akan terus memberikan bantuan kemanusiaan melalui PBB dan mitra lainnya, tetapi dengan syarat utama Taliban memenuhi janji mereka tentang pemerintahan yang lebih moderat di masa depan.*

Berita Terkait