Tak Perlu ke Luar Negeri, Bundamedik (BMHS) Berikan Layanan Bedah Robotik

20 Maret 2022 13:10 WIB

Penulis: Liza Zahara

Editor: Fakhri Rezy

Bundamedik (BMHS) Berikan Layanan Bedah Robotik Lewat Asuransi/ Foto: BMHS

JAKARTA - PT Bundamedik Tbk (BMHS) sebagai pelopor bedah robotik di Indonesia sejak 2012, kini menghadirkan layanan bedah robotik melalui asuransi.

Inovasi bedah robotik (robotic surgery) memberikan mafaat besar bagi pasien. Mulai dari prosedur medis yang presisi, cepat, dan proses penyembuhan yang singkat.

Komisaris Utama Bundamedik Ivan Sini mengatakan, manfaat besar dari bedah robotik ini akan diperluas aksesnya agar bisa dinikmati masyarakat Indonesia lewat asuransi.

"Salah satu kerja sama yang dilakukan dengan AdMedik sebagai Third Party Administrator (TPA) dan memberikan berbagai kemudahan dan keunggulan yang ditawarkan," kata Ivan Sini dalam keterangan resmi, Sabtu, 19 Maret 2022.

Melalui kerja sama ini, kedua perusahaan menginginkan perbaikan sistem pembiayaan kesehataan di masa mendatang menjadi lebih baik lain. 

Karena selama ini kecenderungan masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri cukup tinggi. Tercatat sebanyak 2 juta orang melakukan perjalanan medis ke luar negeri setiap tahunnya.

Diharapkan, dengan keberadaan robotic surgery mampu meningkatkan pengalaman medis yang lebih baik sehingga masyarakat Indonesia tidak perlu bepergian ke luar negeri.

Selanjutnya, Ivan memberikan perbandingan tentang  bedah laproskopi dan bedah robotik dalam hal tindakan histerektomi atau pembedahan angkat rahim baik jinak hingga kanker.

Perbandingan tersebut dilihat dari aspek keamaan maupun komplikasi yang ditimbulkan dari kedua teknik bedah tersebut.

Menurut Ivan, selama ini keamanan dan kemanjuran bedah robotik (RALH) dibandingkan dengan konvensional (TLH) belum banyak dilakukan.

Karenanya, sebuah studi kohort retrospektif dilakukan pada 39 opasien yang menjalankan teknik RALH dan 41 pasien yang menjalani teknik TLH.

"Hasilnya, RALH dinilai lebih aman dan layak untuk pengobatan kanker rahim dengan morbiditas rendah hingga kehilangan darah yang lebih sedikit dibandingkan TLH," tambahnya.

Teknologi robotic surgery sendiri memungkinkan tindakan repetitif dalam suatu operasi dapat dilakukan dengan ketepatan maksimal sehingga meminimalisir pendarahan dan rasa nyeri pasca operasi.

Lewat teknik bedah ini, para ahli dapat menyelesaikan berbagai prosedur rumit yang terlihat sulit bahkan tidak mungkin dilakukan dengan metode lain.

BMHS sebagai pelopor teknik bedah surgery robotic hingga kini sudah menangani hampir 600 kasus mulai dari kasus kebidanan dan kandungan hingga kasus urologi untuk operasi pengangkatan prostat robotik.

Layanan bedah ini termasuk salah satu Centre of Excellences (CoE) di Rumah Sakit Umum (RSU) Bunda Jakarta dengan 16 dokter spesialis bersertifikasi robotic surgery.

Di sisi lain, Ketua Konsultan Medis Medical Advisor Board Admedika Marsis menambahkan, adanya medical tourisme di masa depan nantinya akan mengubah paradigma tentang sistem asuransi kesehatan.

Adapun beberapa teknik organ yang selama ini sudah dikenal antara lain bedah secara terbuka, laparoskopi, hingga roboti.

 

Berita Terkait