Tak Perlu Impor, Bulog Klaim Stok Beras Ada 1 Juta Ton

March 28, 2021, 08:23 PM UTC

Penulis: Dewi Aminatuz Zuhriyah

Pekerja menata stok beras di Gudang Bulog Kanwil DKI dan Banten, Kelapa Gading, Jakarta, Kamis, 18 Maret 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Stok beras nasional mencapai batas aman cadangan beras pemerintah yaitu sebanyak 1 juta ton. Dengan begitu, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) mengklaim tak perlu ada importasi beras.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, realisasi penyerapan yang dilakukan Bulog sampai dengan akhir Maret 2021 lebih tinggi dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya. Tercatat, sampai dengan 26 Maret 2021, Bulog sudah menyerap sebanyak lebih dari 180.000 ton setara beras produksi dalam negeri dari seluruh Indonesia.

“Setelah berminggu-minggu semua Direksi Bulog turun ke sawah untuk memantau dan memastikan penyerapan produksi petani dalam negeri, per hari ini stok beras Bulog sudah tembus satu juta ton,” kata Budi Waseso dalam Rapat Koordinasi Internal Perum Bulog bersama Pimpinan Wilayah Bulog seluruh Indonesia terkait strategi penyerapan gabah beras petani.

Dalam keterangan resmi, Minggu 28 Maret 2021, Budi mengatakan serapan harian Bulog pada 2021 rata-rata sudah mencapai 10.000 ton per hari. Angka tersebut diprediksi meningkat lagi dalam beberapa minggu ke depan.

Adapun, terkait dengan polemik di media massa soal larangan impor beras, Budi mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskannya bahwa tidak ada impor beras hingga Juni 2021.

Sebelumnya, Jokowi dalam keterangan pers yang disebarluaskan secara langsung melalui tayangan di Live Youtube dari Sekretariat Presiden pada Jumat, 26 Maret 2021, malam lalu, menegaskan bahwa beras hasil panen petani akan diserap oleh Bulog. Presiden memastikan bahwa tidak akan ada beras impor yang masuk ke Indonesia sampai pertengahan tahun ini dan Indonesia sudah tidak mengimpor beras sejak hampir tiga tahun lalu. (SKO)