Tak Jadi Ibukota, Jakarta akan Terus Berkembang

JAKARTA – Asosiasi pengembang, Real Estat Indonesia (REI) mengajak Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta untuk membahas nasib industri properti pasca perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Provinsi Kalimantan Timur.

Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) REI Hari Ganie menilai industri properti di Jakarta akan terus prospektif lantaran 70% bisnis tersebut berada di sini dan daerah sekitarnya.

Menurutnya, Jakarta akan terus berkembang karena dilengkapi seluruh aspek penunjang seperti pusat perbelanjaan, akses transportasi yang memadai, hingga kegiatan MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition). Apalagi, Pemerintah Daerah (Pemda) Jakarta tengah gencar meningkatkan infrastrukturnya.

“Dengan begitu, properti akan terus berkembang di sini, malah tinggal bagaimana Jakarta ini dengan pindahnya fungsi pemerintahan itu ada sedikit napas karena menata Jakarta akan lebih gampang,” ujar Hari, Selasa (10/03).

Sementara, pemerintah memberikan tiga opsi pilihan untuk nasib aset negara yang ada di Jakarta pasca perpindahan IKN, seperti gedung perkantoran dan sarana publik. Opsi tersebut meliputi Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), penyewaan, dan penjualan aset negara.

Dari sejumlah opsi yang ditawarkan, peluang untuk menjual aset itu lebih besar dibanding yang lainnya. Sebab, pemerintah membutuhkan dana untuk membiayai pembangunan IKN sebesar Rp466 triliun.

Pemerintah kemungkinan akan melego setengah dari total asetnya ke pengembang swasta. Aset yang dilego itu kemungkinan besar berada di lokasi strategis seperti segitiga emas Jakarta.

Hari mengatakan jika diminta pemerintah, REI siap bantu mengumpulkan para pengembang besar untuk memanfaatkan sejumlah aset negara di Jakarta.

Tags:
HeadlineIbu KotajakartaPropertiRei
wahyudatun nisa

wahyudatun nisa

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: