Tahun Lalu Rugi, Pertamina Berbalik Laba Rp2,6 Triliun pada Semester I-2021

16 Agustus 2021 16:33 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Amirudin Zuhri

SPBU Pertamina /Foto: pertamina.com

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) berhasil mencetak kinerja positif pada semester I-2021. Sempat rugi US$768 juta pada semester I-2020, Pertamina berhasil meraup laba sebesar US$183 juta atau Rp2,6 triliun pada enam bulan pertama 2021 ini.

Kinerja positif pada paruh pertama tahun 2021 ini didorong dari pertumbuhan di sisi penjualan yang mencapai US$25 miliar dan EBITDA US$3,3 miliar, di mana keduanya naik lebih dari 22% dibandingkan tahun lalu.

“Dampak pandemi yang berkepanjangan masih sangat dirasakan Pertamina sepanjang tahun 2021,” ujar Pjs Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina Fajriyah Usman dalam siaran pers, Senin, 16 Agustus 2021.

Fajriyah menjelaskan fluktuasi harga minyak mentah sangat berpengaruh pada kinerja Pertamina. Indonesia Crude Price (ICP) meningkat hampir 2 kali lipat dari US$36,5 per Juni 2020 dibanding US$70,06 per Juni 2021.

Dari sisi penjualan di hilir, permintaan BBM berangsur pulih walaupun masih lebih rendah dari kondisi normal sebelum pandemi COVID-19.

Sampai dengan Juni 2021, permintaan BBM rata-rata tercatat 126.000 kiloliter (KL) per hari, atau meningkat sekitar 8% dari Juni 2020 yang sekitar 116.000 KL per hari. Meski begitu, angka tersebut masih lebih rendah sekitar 6% dari permintaan normal sebelum pandemi pada 2019.

"Tingginya harga minyak memberikan tekanan signifikan atas beban pokok produksi BBM, walaupun demikian sampai saat ini Pertamina tidak menaikan harga BBM karena pertimbangan penurunan daya beli masyarakat akibat pandemi COVID-19,” ujar Fajriyah.

Di sisi hulu, produksi migas Pertamina mencapai target sebesar 850.000 barel ekuivalen minyak per hari (boepd). Dengan kenaikan ICP serta efisiensi pada biaya pengembangan dan biaya produksi, sektor hulu mencatat pendapatan dan laba di atas target.

“Dengan upaya strategis dan terobosan manajemen di semua sektor bisnis, Pertamina berharap dapat melewati tahun kedua pandemi COVID-19 dengan kinerja yang tetap positif,” ujar Fajriyah.

Berita Terkait