Tahun 2018, Penjualan Smartphone di Pasar Global Turun 4,1 Persen

TrenAsia (TA) - JAKARTA. International Data Corporation (IDC) mencatat, penjualan smartphone di pasar global pada tahun 2018 mencapai 1,4 miliar atau turun 4,1% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penurunan penjualan terutama dialami oleh pemimpin pasar saat ini yakni Samsung dan Apple.

Dikutip dari IDC, penurunan penjualan smartphone terjadi sepanjang kuartal satu hingga kuartal empat tahun 2018. Pada kuartal pertama penjualan smartphone turun 2,9%, kuartal kedua turun 1,8%, kuartal ketiga turun 6% dan kuartal keempat turun 4,9%.

Penurunan penjualan selama empat kuartal berturut-turut di tahun lalu menjadi salah satu tahun terburuk bagi produsen smartphone. Saat ini, pangsa pasar smartphone global dikuasai oleh merek Samsung di urutan pertama dan diikuti oleh Apple, Huawei, Xiaomi dan OPPO.

Pada kuartal IV 2018, Apple melaporkan penurunan penjualan 11,5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Samsung juga mencatatkan penurunan penjualan 5,5% sepanjang tahun lalu. Sebaliknya, merek smartphone China Huawei masih membukukan kenaikan penjualan 33,6%.

Ancaman Huawei

Posisi Apple yang menguasai pangsa pasar terbesar kedua sempat direbut oleh Huawei. Namun pada tahun 2018, penjualan Apple sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan seterunya Huawei.

IDC mencatat penjualan smartphone Huawei pada tahun 2018 naik 33,6% dan penjualan Apple turun 3,2%. Namun jumlah unit smartphone yang dijual oleh Apple mencapai 200,08 juta unit sedikit lebih banyak dibandingkan dengan Huawei yang hanya 200,06 juta unit.

“Tidak mengejutkan jika Apple berhasil mempertahankan posisinya di nomor 2 pada kuartal terakhir tahun lalu. Produk iPhone paling penting dirilis pada musim liburan yang menjadi musim puncak penjualan bagi perusahaan,” kata Eddie Han, analis Market Intelligence & Consulting Institute kepada Nikkei, Jumat (1/2).

Di sisi lain performa penjualan Huawei terus meningkat meskipun menghadapi tekanan dari sejumlah negara. Salah satunya adalah Amerika Serikat yang melarang penjualan ponsel Huawei di negaranya. Perangkat Huawei dituduh memiliki spyware untuk memata-matai negara lain.

Namun dalam sebuah konferensi pers di Beijing, CEO Mobile Divison Huawei Richard Yu percaya diri bisa menjadi merek smartphone nomor satu di dunia, meski tanpa pasar Amerika Serikat. Maklum, produk smartphone Huawei dilarang beredar di sejumlah negara, termasuk AS.

“Bahkan tanpa Amerika Serikat, kami akan menjadi nomor satu di dunia. Saya percaya bisa tercapai tahun ini, atau paling lambat tahun depan,” kata Richard Yu didikutip dari wwww.androidauthority.com.

Sejumlah analis menyebut, jika Huawei bisa masuk AS yang merupakan salah satu pasar smartphone terbesar, ia akan bisa berada di urutan pertama dengan cepat. Pada awal tahun 2018, Huawei masih berada di urutan ketiga setelah Samsung dan Apple. Namun sejak Agustus 2018, Huawei berhasil mengambil alih posisi Apple, meskipun direbut kembali oleh Apple di akhir tahun.(*)