Tahap Kedua, Bank Mandiri Dapat Rp5 Triliun Dana PEN

JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. atau Bank Mandiri kembali mendapatkan penempatan dana oleh pemerintah sebesar Rp5 triliun pada tahap kedua. Kucuran dana tersebut merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Kami mendapat tambahan Rp5 triliun sehingga total penempatan dana PEN di Bank Mandiri sebesar Rp15 triliun,” ujar Plt. Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi dalam keterangan tertulis yang dikutip TrenAsia.com, Selasa, 29 September 2020.

Ia mengungkapkan, uang tersebut akan segera disalurkan dalam bentuk kredit produktif. Hingga 25 September 2020, penyaluran kredit PEN Bank Mandiri mencapai Rp39,04 triliun. Adapun kredit yang diberikan kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebesar Rp18,79 triliun kepada 124.958 debitur.

Dalam situasi pandemi, mayoritas perbankan mengalami penurunan penyaluran kredit. Dari keempat bank pelat merah, tercatat hanya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI, dan Bank Mandiri yang mencatat pertumbuhan.

Bank berlogo pita kuning ini berhasil mencatat pertumbuhan penyaluran kredit 0,18% secara bulanan atau month-to-month (mtm) sebesar Rp756 triliun dan 4,71% secara tahunan atau year-on-year (yoy). Nilai penyaluran kredit Bank Mandiri pada Juli 2019 sebesar Rp722 triliun.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rully Setiawan pun mengungkapkan, di tengah masa pandemi ini, salah satu strategi utama perseroan dalam mendorong pertumbuhan kredit, yakni melalui digitalisasi.

“Proses pengajuan kredit secara digital dapat mempercepat penyampaian approval,” ujarnya kepada Trenasia.com, belum lama ini.

Melalui aplikasi Mandiri Pintar, misalnya, lama waktu proses pengajuan kredit mikro pun dapat dipangkas sehingga menghemat waktu. Ia mengatakan, persetujuan kredit bisa diperoleh maksimal 15 menit sejak permohonan masuk ke sistem. Hal yang sama juga berlaku di segmen small medium enterprises (SME) banking dan pembiayaan konsumer.

Selain itu, lanjutnya, Bank Mandiri selalu berupaya melakukan penyaluran secara selektif kepada sektor-sektor yang memiliki potensi, seperti, sektor fast moving consumer goods (FMCG), telekomunikasi, dan farmasi.

Pertumbuhan kredit hingga Juli 2020, kata Rully, terutama didorong oleh segmen corporate banking di mana komposisinya di atas 50% dari total ekspansi.

Di samping itu, pihaknya juga berpartisipasi aktif menyalurkan kredit produktif dalam skema PEN kepada segmen usaha lainnya. Per 17 September 2020, penyaluran kredit Bank Mandiri mencapai Rp36,8 triliun. Nominal tersebut disalurkan kepada kurang lebih 106.000 debitur.

Di tengah gencarnya penyaluran fungsi intermediasi, pihaknya juga berupaya menjaga kualitas kredit dengan terus melakukan restrukturisasi dan monitoring, serta penerapan prosedur yang ketat. Ia pun berharap, penyaluran kredit perseroan masih tumbuh positif pada kisaran satu digit pada tahun ini.

Tags:
Bank ManHeadlineHerry GunardiHimbaraPENProgram Pemulihan EkonomiPT Bank Mandiri (Persero) TbkRully Setiawan
Aprilia Ciptaning

Aprilia Ciptaning

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: