Syarat Wajib Karantina Turis Asing Jadi Angin Segar untuk Bisnis Perhotelan

08 Oktober 2021 19:35 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Laila Ramdhini

Staf Hotel Pullam Ciawi sedang membersihkan kamar hotel. / Dok. Pullman Ciawi

JAKARTA - Kegiatan ekonomi di Jakarta dinilai mulai membaik. Hal ini dapat dilihat melalui kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 yang membuat mobilitas masyarakat berangsur-angsur pulih.

Kondisi ini pun berpengaruh terhadap kegiatan di sektor perhotelan. Pengamat properti dari Colliers Ferry Salanto menyebut, apabila situasi terus terkendali, diperkirakan pada kuartal IV-2021 akan terjadi peningkatan performa.

“Seperti diketahui, PPKM Darurat yang sempat diberlakukan pada Juli 2021 membuat tingkat okupansi hotel terkontraksi hingga 40 persen,” ujarnya dalam paparan hasil riset Colliers secara daring beberapa waktu lalu. Padahal, pada Juni 2021 tingkat okupansi hotel sempat naik di atas 50%.

Meskipun demikian, pihaknya optimistis kondisi perhotelan dapat berekspansi kembali. Ini didukung oleh kebijakan baru pemerintah yang kembali membuka penerbangan internasional, salah satunya di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada 14 Oktober 2021.

Dalam aturan tersebut, penumpang baik asing maupun domestik yang melakukan perjalanan internasional, wajib menunjukkan bukti hasil tes PCR negatif dan melakukan karantina mandiri sebelum beraktivitas di luar.

Karantina tersebut dilakukan di hotel minimal 8 hari dengan biaya sendiri. Peluang inilah yang dinilai akan membangkitkan kembali kegiatan hotel.

Meskipun demikian, perhotelan juga didorong untuk mempersiapkan strategi bisnis, seperti upgrade khususnya terkait sertifikasi CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, dan Environmental Sustainability).

Selain itu, pihak hotel juga dapat membuat paket, promosi, dan diskon menarik untuk menggaet calon tamu.

Kemudian, reputasi hotel di dunia digital juga mesti dijaga karena review atau pengalaman dari tamu sebelumnya bisa menjadi penentu ketertarikan calon pengunjung.

Terakhir, promosi dapat digencarkan melalui media sosial, serta optimalisasi website dan search engine sehingga diharapkan bisa menempati posisi teratas pada situs pencarian.

Berita Terkait