Swiss Borong Tiga Lusin Siluman F-35

20 September 2022 18:31 WIB

Penulis: Amirudin Zuhri

BERN-Swiss akhirnya menandatangani kesepakatan untuk pengadaan tiga lusin jet tempur F-35A.   Kontrak senilai US$6,25 miliar atau sekitar Rp94 triliun (kurs Rp15.000) untuk 36 varian  pesawat lepas landas dan mendarat konvensional. Pesawat akan  menggantikan armada F/A-18 Hornet dan F-5 Tiger antara tahun 2027 dan 2030. 

Penandatangan dilakukan segera setelah parlemen pada minggu lalu memberi lampu hijau pengadaan. Ini juga untuk menghindari seruan referendum oleh kelompok oposisi yang menolak pembelian pesawat siluman tersebut.

Pejabat pertahanan juga menandatangani perjanjian offset dengan pabrikan F-35 Lockheed Martin. “Ini akan menjadi dasar bagi pabrikan Amerika untuk melakukan bisnis offset dengan industri Swiss,” kata  pemerintah dalam rilis resminya Senin 19 September 2022. Perusahaan Swiss dapat menerima kontrak dengan volume sekitar  US$3 miliar.

Delapan F-35A pertama akan diproduksi di fasilitas Lockheed Martin di  Texas. Mereka  juga akan digunakan untuk memberikan pelatihan awal bagi pilot Swiss. Setidaknya 24 pesawat berikutnya akan diproduksi dan dirakit oleh di fasilitas Leonardo  di Cameri, Italia utara.

Para pejabat masih memeriksa apakah empat pesawat dapat dirakit di Swiss yakni  di fasilitas Ruag. “Jika tidak memungkinkan, keempatnya juga akan diproduksi di Cameri,”  kata juru bicara Kementerian Pertahanan Swiss dikutip Defense News.

Angkatan Udara dan Angkatan Laut Italia masing-masing menerbangkan varian F-35A dan F-35B yang dibangun di Cameri. Fasilitas ini juga memproduksi  F-35A untuk Angkatan Udara Belanda.

F-35 semakin menikmati popularitas di Eropa selama beberapa tahun terakhir. Di Swiss pesawat tempur  ini mengalahkan kandidat lain termasuk Eurofighter Typhoon yang  dibangun oleh konsorsium yang terdiri dari Leonardo Italia, BAE Systems Inggris, dan Airbus yang mewakili Spanyol dan Jerman.  Pesaing lain adalah  serta Rafale Dassault dan F/A-18E/F Super Boeing.  

Pemerintah Swiss telah mendorong untuk mendapatkan kontrak F-35 yang ditandatangani sebelum periode penawaran berakhir musim semi mendatang. Langkah cepat ini dilakukan  di tengah upaya koalisi yang mengeluarkan petisi “Stip F-35”. Mereka  menjadwalkan referendum populer untuk memblokir penjualan. 

Seorang juru bicara Stop F-35 menyatakan kekecewaannya pada penandatanganan kontrak dalam  dan mengatakan bahwa pembaruan dari koalisi akan menyusul.

Lockheed Martin dalam sebuah pernyataan hari Senin mengatakan mereka merasa terhormat pemerintah Swiss secara resmi menjadi bagian dari program F-35 Lightning II. 

“Kami berharap dapat mengembangkan kemitraan dengan Angkatan Udara dan industri Swiss untuk mengirimkan dan mempertahankan pesawat selama beberapa dekade mendatang,” kata perusahaan itu.

Berita Terkait