Swedia dan Indonesia Jajaki Kemitraan untuk Capai Agenda 2030

23 November 2021 07:12 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Vega Aulia

Pemasangan PLTS Atap di SPBU Pertamina dapat menghemat operasional Rp4 miliar per tahun. (pertamina.com)

JAKARTA – Pada pekan Sweden-Indonesia Sustainability Partnership (SISP) yang kedua, Swedia dan Indonesia akan menjajaki kemitraan di lima area strategis.

Kelimanya adalah pembangunan berkelanjutan dan penciptaan lapangan kerja, transportasi cerdas, energi terbarukan, ekonomi biru, dan industri 4.0.  

“Pandemi COVID-19 telah memberi dampak bagi kita semua dan ekonomi global. Pada saat yang sama, perubahan iklim tidak akan membaik tanpa intervensi kita,” kata Marina Berg, Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Timor-Leste, Papua Nugini, dan ASEAN dalam siaran pers, Selasa 23 November 2021.

Dalam SISP 2021, Indonesia dan Swedia akan berdiskusi lebih lanjut untuk menemukan solusi berkelanjutan dan mencapai Agenda 2030 untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

“Setelah konferensi perubahan iklim baru-baru ini, SISP memberi peluang besar bagi Indonesia-Swedia untuk memperdalam kolaborasi aksi iklim dalam konteks pembangunan berkelanjutan,” kata HE Kamapradipta Isnomo, Duta Besar Indonesia untuk Swedia dan Latvia.

Hubungan bilateral Indonesia-Swedia telah diperdalam di beberapa bidang, termasuk energi, transportasi, dan pendidikan. Nota Kesepakatan (Memorandum of Understanding/MoU) dari ketiga sektor ini telah ditandatangani pada 2017. 

Model bisnis perusahaan Swedia harus didasarkan pada pembangunan berkelanjutan, dengan memperhatikan faktor ekonomi, sosial, dan lingkungan. Hal ini juga dilakukan dalam kerja sama Indonesia-Swedia.

Tahun ini, hubungan Indonesia dan Swedia terus tumbuh, menyusul kunjungan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) ke Swedia. Dalam kunjungan tersebut, kedua negara menyoroti kerja sama di bidang Blue Economy, dan menandatangani pernyataan bersama untuk kemitraan.

Indonesia dan Swedia, bersama dengan 191 negara lainnya, telah berjanji untuk mencapai TPB. Tujuan Ini harus dicapai untuk mengakhiri kemiskinan, menjaga lingkungan, dan memastikan bahwa pada 2030 semua orang bisa menikmati perdamaian dan kemakmuran. 

“Kami percaya kolaborasi adalah kunci untuk mencapai TPB dan masa depan yang lebih berkelanjutan untuk semua,” ujar Kamapradipta. 

Berita Terkait