Susunan Baru Direksi Pertamina 2020

13 Juni 2020 07:03 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana meninjau kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, pada Sabtu, 21 Desember 2019. Kawasan TPPI tersebut akan dikembangkan menjadi industri petrokimia nasional yang menghasilkan beragam produk turunan petrokimia dan produk Bahan Bakar Minyak (BBM). Turut mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Negara saat meninjau kilang TPPI adalah Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Selain itu hadir pula Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama, Presiden Direktur PT TPPI Yulian Dekrie dan Direktur Utama PT Tuban Petro Sukriyanto. / Foto: BPMI Setpres/Kris

JAKARTA – Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) minyak dan gas PT Pertamina (Persero) melakukan perombakan jajaran pengurusnya pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) hari ini, Jumat, 12 Juni 2020.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Salinan Keputusan Menteri BUMN Erick Thohir nomor SK-198/MBU/06/2020, tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, Pengalihan Tugas dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina.

Dalam surat keputusan tersebut, terjadi perampingan jumlah direksi yang semula 11 anggota, menjadi enam anggota sebagai berikut.

  1. Direktur Utama : Nicke Widyawati
  2. Direktur Sumber Daya Manusia : Koeshartanto
  3. Direktur Keuangan : Emma Sri Martini
  4. Direktur Penunjang Bisnis : Haryo Yunianto
  5. Direktur Logistik & Infrastruktur : Mulyono
  6. Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha : Iman Rachman

Adapun nama-nama lawas yang dicopot dari jajaran anggota dewan direksi, antara lain Direktur Hulu Dharmawan H. Samsu, Direktur Pengolahan Budi Santoso Syarif, Direktur Pemasaran Korporat Basuki Trikora Putra, Direktur Pemasaran Ritel Mas’ud Khamid, Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Ignatius Tallulembang, dan Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Heru Setiawan.

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan, direktorat operasional tersebut akan masuk ke dalam beberapa subholding yang telah dibentuk, yakni subholding Upstreamsubholding Refinery & Petrochemical, subholding Commercial & Trading, subholding Power & New and Renewable Energi serta Shipping Company.

“Semua subholding tersebut akan menjalankan bisnis bersama dengan subholding gas yang sebelumnya telah terbentuk di bawah Pertamina melalui PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk., sejak 2018,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Jumat, 12 Juni 2020.

Dengan demikian, lanjutnya, secara umum tugas Pertamina sebagai holding akan diarahkan pada pengelolaan portofolio dan sinergi bisnis di seluruh Grup Pertamina, mempercepat pengembangan bisnis baru, serta menjalankan program-program nasional.

Sementara untuk bagian subholding, anggotanya akan menjalankan peran untuk mendorong operational excellence melalui pengembangan skala dan sinergi masing-masing bisnis, mempercepat pengembangan bisnis dan kapabilitas bisnis existing, serta meningkatkan kemampuan dan fleksibilitas dalam kemitraan dan pendanaan.

Fajriyah juga mengungkapkan, momentum new normal saat ini akan dimanfaatkan oleh Pertamina untuk menjalankan bisnis dengan cara baru untuk mendapatkan hasil terbaik.

“Dengan perubahan organisasi tersebut, portofolio bisnis Pertamina diharapkan dapat lebih luas dan bergerak ke pengembangan usaha di luar rantai nilai energi konvensional, seperti energi baru terbarukan, bahan bakar nabati dan teknologi digital,” ungkapnya. (SKO)

Berita Terkait