Susul Bali-Mandara, Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi Rp14 Triliun Siap Dimulai 2021

August 08, 2020, 09:05 PM UTC

Penulis: Ananda Astri Dianka

Tol Bali Mandara dibangun di atas laut. / Bpjt.pu.go.id

JAKARTA – Setelah Bali-Mandara, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendukung rencana pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi sebagai tol kedua di Provinsi Bali sepanjang 95 kilometer dengan nilai investasi sebesar Rp14 triliun.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan ruas tol ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah Bali, utamanya untuk logistik dan pariwisata. Terlebih, rute Pelabuhan Gilimanuk sampai Metropolitan Sarbagita merupakan salah satu titik kemacetan di Bali.

Di lokasi rencana pembangunan tol, waktu tempuh dari Denpasar ke Gilimanuk dan sebaliknya dapat memakan waktu lebih dari 4-5 jam. Hal tersebut akibat dari banyaknya titik kemacetan yang tersebar di sepanjang ruas rencana proyek tol Gilimanuk-Mengwi.

“Sekarang tahap pembangunan Trans Jawa sudah sampai Probolinggo Timur dan akan diteruskan hingga ke Banyuwangi. Kalau sudah tersambung, dari Jawa ke Bali ini akan ada alternatif jalur darat, karena dengan adanya jalan tol akan lebih cepat,” kata Basuki dalam siaran pers yang dikutip TrenAsia.com, Sabtu, 8 Agustus 2020.

Basuki menyatakan proyek tol ini sepenuhnya diinisiasi oleh swasta alias murni tanpa dukungan dari pemerintah (viability gap fund). “Kementerian PUPR sangat mendorong swasta non-Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar lebih semangat untuk berinvestasi di jalan tol,” imbuhnya.

Konstruksi Maret 2021

Saat ini, proyek pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi telah masuk tahapan studi kelayakan (feasibility studies/FS) untuk segera dievaluasi dan dikeluarkan izin prakarsanya. Setelah itu, baru masuk ke tahap penetapan lokasi oleh Gubernur Bali, kemudian pada Oktober 2020 penyelenggaraan tender dan Maret 2021 ditargetkan sudah bisa teken kontrak proyek sebelum memulai pekerjaan konstruksi.

Pada tahap pertama, pembangunan akan dilakukan dari Pekutatan-Soka sepanjang 20 km. Sedangkan untuk tahap kedua, pembangunan akan dilanjutkan dari Soka-Mengwi dan tahap ketiga Gilimanuk-Pekutatan.

Meskipun rencana proyek ini akan berakhir di Mengwi, Gubernur Bali I Wayan Koster menyatakan jalan tol ini juga akan dikembangkan lagi pada rencana berikutnya untuk jalur Mengwi-Gianyar hingga akses antar kabupaten bisa ditempuh sesingkat mungkin. 

“Pemprov Bali siap mendukung untuk pembebasan lahan. Kalau trasenya sudah ditentukan, maka akan dilengkapi dengan dokumen untuk pembebasan lahan,” imbuh Koster. (SKO)