Survei BI: Harga Properti Mulai Melambat

Bank Indonesia (BI) mengumumkan survei harga properti residensial seluruh tipe rumah di pasar primer tengah melambat.

Pada kuartal I-2020, penjualan properti residensial menurun tajam. Kontraksi yang terjadi cukup dalam, hingga minus 43,19% year-on-year (yoy). Angka tersebut sangat jauh lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya, yakni naik 1,19% yoy.

Selain itu, survei juga menunjukkan bahwa dana internal perusahaan masih memiliki porsi terbesar dalam komposisi sumber pembiayaan utama. Hal itu terbukti dari penggunaan dana internal pengembang (developer) yang mencapai 61,63%.

Sementara itu, mayoritas konsumen pun masih mengandalkan pembiayaan perbankan dalam membeli properti residensial. Persentase jumlah konsumen yang memanfaatkan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) mencapai 74,73%.

Perlambatan harga pada periode ini juga tercermin dari kenaikan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR), yakni sebesar 1,68% yoy, lebih rendah dibandingkan dengan kuartal I-2019 yang sebesar 1,77% yoy.

Selain situasi pandemi virus corona (COVID-19), faktor pemicu melambatnya penjualan properti tersebut juga dipengaruhi oleh suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) yang tinggi.

Menurut sejumlah responden yang disurvei, rata-rata suku bunga KPR untuk kuartal I-2020 tercatat sebesar 8,92%. Meskipun angka tersebut lebih kecil dari periode sebelumnya yang sebesar 9,12%, namun penghasilan masyarakat juga menurun terkena imbas pandemi COVID-19.

Menyusul faktor selanjutnya sebagai penghambat penjualan properti di antaranya, perizinan/birokrasi (15,5%), kenaikan harga bahan bangunan (15,3%), dan proporsi uang muka yang tinggi dalam pengajuan KPR di perbankan (13,8%).

BI pun memperkirakan perlambatan ini masih akan berlanjut pada triwulan II-2020 dengan pertumbuhan sebesar 1,56% yoy. (SKO)

Tags:
BICovid-19harga propertikprperbankanPropertirumah
Aprilia Ciptaning

Aprilia Ciptaning

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: