Suntik Anak Usaha, Sinar Mas Multiartha Rilis Obligasi Rp705 Miliar

31 Agustus 2021 11:15 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Rizky C. Septania

PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk atau SMART (SMAR) / Smart-tbk.com

JAKARTA – PT Sinar Mas Multiartha Tbk merilis obligasi berkelanjutan II tahap I 2021 dengan jumlah pokok Rp705 miliar. Secara keseluruhan, obligasi berkelanjutan II membidik dana segar Rp5 triliun.

Di tahap pertama, tambahan dana ini sebagian besar dialolasikan perseroan untuk menyuntik modal anak usaha yang bergerak di sektor teknologi informasi, yakni PT Shinta Utama. Emiten bersandi SMMA ini bakal menawarkan tiga seri saham kepada investor.

Pertama, seri A dengan tingkat suku bunga tetap 6,75% per tahun dengan tenor 1 tahun senilai Rp507 miliar. Kedua, obligasi seri B dengan tenor 2 tahun yang memiliki bunga lebih tinggi, yakni 8%.

SMMA menargetkan bisa menghimpun Rp79,7 miliar dari penerbitan obligasi seri B. Terakhir, obligasi seri C senilai Rp119 miliar dengan tenor 3 tahun serta tingkat bunga 8,75%.

“Perusahaan akan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi unuk meningkatkan penyertaan terhadap anak usaha sebesar Rp466,2 miliar,” ucap manajemen dalam prospektus di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dana hasil obligasi itu kemudian bakal digunakan Shinta Utama untuk modal kerja pada perusahaan PT Data Opal Terpadu, PT Sistem Triprima dan PT Zimba Onix Mustika. Untuk diketahui, SMMA menggenggam 99,99% saham di Shinta Utama.

Sementara sisa dana Rp233,06 miliar bakal dialokasikan SMMA untuk penyertaan modal tambahan di anak usaha lainnya, yakni PT Arthamas Solusindo. Entitas tersebut bergerak di sektor jasa informasi.

Berdasarkan prospektus, Arthamas Solusindo membutuhkan injeksi dari induk untuk pengembangan teknologi, modal kerja, hingga keperluan investasi. Sebagai informasi, SMMA memiliki 33 anak usaha yang bergerak di sektor pembiayaan, asuransi, properti, teknologi informasi, perdagangan umum, hingga equity crowdfunding.

Masa penawaran umum obligasi dilakukan pada 30 Agustus hingga 1 September 2021. Lalu, penjatahan dilakukan pada 3 September serta distribusi digelar pada 7 September 2021.

Sang induk usaha, SMMA, tercatat membukukan kinerja keuangan yang stabil pada semester I-2021. Perseroan mencatatkan pertumbuhan tipis laba bersih 2,9% year on year (yoy) pada semester I-2021.

Laba bersih SMMA merangkak naik dari Rp610,90 miliar pada semester I-2020 menjadi Rp628,65 miiliar pada semester I-2021. Dengan capaian ini, laba per saham (earning per share/EPS) SMMA juga ikut terungkit dari menjadi Rp106 per lembar dari sebelumnya Rp93 pada semester I-2020.

Pendapatan SMMA pada semester I-2021 menyentuh Rp19,27 triliun. Nilai pendapatan itu naik tipis dibandingkan semester I-2020 yang sebesar Rp19,08 triliun.

Dari segi aset, rupanya SMMA berupaya mendongkrak investasi dalam jangka waktu pendek. Nilai investasi jangka pendek perseroan tumbuh 18% year to date (ytd) dari Rp56,06 triliun pada akhir 2020 menjadi Rp6,57 pada semester I-2021.

Secara akumulatif, aset SMMA mengalami peningkatan dari Rp108,45 triliun pada akhir 2020 menjadi Rp115,52 triliun pada semester I-2021. Sejalan dengan aset yang membengkak, liabilitas perseroan juga ikut terungkit.

Total liabilitas SMMA merangkak naik dari Rp85,53 triliun pada akhir 2020 menjadi Rp91,44 triliun pada semester I-2021.

Berita Terkait