Sukses IPO, Ultra Voucher Akan Perkuat Investasi dan Perluas Pasar Ke ASEAN

27 Juli 2021 10:40 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Rizky C. Septania

Tangkapan layar pelaksanaan pencatatan saham perdana virtual PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) alias Ultra Voucher di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 27 Juli 2021 (trenasia.com)

JAKARTA – PT Trimegah Karya Pratama Tbk perusahaan pelopor dan aggregator voucher diskon digital terbesar di Indonesia dengan platform bernama Ultra Voucher, resmi mencatatkan saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 27 Juli 2021. 

Perseroan akan dicatatkan dengan kode saham (ticker) UVCR dan dibuka dengan harga Rp100 per lembar saham. Hal ini sekaligus menjadikan Ultra Voucher sebagai emiten ke-27 yang melantai di Bursa sepanjang 2021 atau emiten ke-739 dari total keseluruhan emiten yang telah tercatat.

Pada awal perdagangan perdananya, harga saham UVCR langsung naik 10% menjadi Rp110 per lembar saham. Selama masa book building hingga penawaran umum, saham UVCR mencatatkan kelebihan pemesanan atau oversubscribe

“Puji syukur kepada Tuhan, hari ini Ultra Voucher berhasil mencapai milestone baru dan strategis untuk semakin memperkuat dan memperluas bisnis perusahaan. Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut membantu kesuksesan IPO UVCR,” ujar Direktur Utama Ultra Voucher, Hady Kuswanto, dalam acara virtual listing UVCR, Selasa 27 Juli 2021.

Hady menambahkan, aksi korporasi ini juga menjadi momen penting bagi perseroan dalam upaya mempercapat pengembangan bisnis dan investasi perusahaan. Sebagai perusahaan publik, UVCR kini memiliki akses keuangan dan jejaring bisnis yang terbuka lebar.

Dengan begitu, kata dia, perseroan dapat mengoptimalkan peluang pasar yang tumbuh cepat. Salah satunya berkat digitalisasi yang berlangsung saat ini, apalagi di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang, di mana kegiatan masyarakat banyak berfokus pada proses digital.

“Kami telah menyiapkan strategi yang matang dan terintegrasi baik jangka pendek, menengah dan panjang. Melalui transformasi bisnis yang terukur dan disiplin dalam eksekusi atas semua strategi kami, Ultra Voucher menyiapkan diri untuk membuka jaringan hingga ke pasar ASEAN,” tambahnya.

 

Potensi Bisnis

 

Direktur Ultra Voucher, Riky Boy Permata mengatakan pengembangan bisnis perseroan didukung empat kanal distribusi utama, yakni business to business (B2B), e-commerce, direct to retail, dan reseller. Selain itu, perseroan didukung oleh sumber daya manusia yang berpengalaman di dunia teknologi digital. 

Dengan pemanfaatan teknologi, kata Riky, voucher digital Ultra Voucher merupakan platform di mana orang-orang bisa mencari berbagai macam voucher. Oleh sebab itu, Ultra Voucher dikenal sebagai one platform, one voucher for all

“Kehadiran Ultra Voucher memberikan kemudahan bagi konsumen, dan menjadi technology enabler bagi partner kami dengan tiga faktor utama yang dimiliki, yaitu voucher issuance, voucher distribution dan voucher redeemtion,” imbuhnya.

Ultra Voucher juga berencana melakukan transformasi bisnis yakni pengembangan produk yang lebih besar. Hal ini untuk mempertahankan bisnis yang positif, di mana pada Maret 2021 penjualan tumbuh 110,69% menjadi Rp194,48 miliar dibanding penjualan per Maret 2020. Laba bersih juga meroket 119,46% menjadi Rp543,59 juta.

Saat ini, lanjut Riky, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan 300 brand dan lebih dari 40.000 outlet di seluruh Indonesia. Di samping itu, Ultra Voucher juga telah bekerjasama dengan berbagai merchant dari segala segmen.

Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Mukti Wibowo Kamihadi mengatakan saham Ultra Voucher menjadi pioneer saham perusahaan voucher sektor digital teknologi yang melantai di BEI. Ia menilai saham UVCR bakal memberikan khasanah baru bagi pelaku pasar modal Indonesia.

“Kami senang dapat mengawal proses IPO Ultra Voucher, di mana saham UVCR ini sangat potensial, dibangun oleh anak bangsa dengan kapabilitas di sektor teknologi yang mumpuni, dan sektor bisnis yang terus tumbuh dan berdaya saing global,” ucap Wibowo.

Direktur Utama PT Surya Fajar Sekuritas, Steffen Fang turut menyampaikan bahwa ada tiga faktor utama yang membuat tingginya antusiasme masyarakat terhadap IPO UVCR. Di antaranya kinerja dan rekam jejak historis yang solid, potensi pertumbuhan usaha yang tinggi, serta positioning UVCR yang berada pada sektor teknologi.

Tingginya minat investor tersebut ditunjukkan oleh permintaan atas saham UVCR pada masa penawaran yang tercatat sebanyak lebih dari 3 miliar saham, atau terjadi kelebihan pemesanan hingga 5,2x dari total saham yang ditawarkan atau 13x dari porsi pooling yang ditawarkan.

“Selain itu, tingginya minat terhadap IPO UVCR juga terlihat dari besarnya jumlah partipisan yang mencapai lebih dari 18 ribu investor,” tutur Steffen.

Sementara itu, Direktur PT NH Korindo Sekuritas Indonesia Amir Suhendro Samirin menyebut prospek Ultra Voucher juga sangat bagus. Hal ini dibuktikn dari realisasi laba bersih perseroan yang naik secara signifikan. 

“Inilah membuat yakin kami para penjamin pelaksana emisi efek untuk menjadi penjamin pelaksana emisi efek pada IPO UVCR kali ini,” tutup Amir.

Berita Terkait