Sukabumi Genjot Desa Mandiri berkat KSST

JAKARTA–Kerja Sama Selatan Selatan dan Triangular (KSST) memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan daerah, khususnya Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Iyos Somantri mengatakan terdapat tiga inovasi dan kemitraan di Kabupaten Sukabumi melalui KSST. Pertama, pengembangan produk unggulan desa melalui empat pilar kemitraan.

“Ada empat pilar,” ujarnya di Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencana Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Jakarta, Rabu, 11 Maret 2020.

Menurut dia, keempat pilar tersebut adalah Kelompok Usaha Ekonomi Masyarakat Desa (KUEMD), Badan Usaha Milik Desa (BUMDESA), Pendampingan oleh ahli di bidangnya (Inkubator), dan Offtaker (Pelaku bisnis profesional, Swasta, Badan Usaha Milik Negara, dan perorangan).

Selanjutnya, inovasi kedua adalah Smart Village yang merupakan desa dengan pelayanan kemasyarakatan berbasis aplikasi. Smart Village berada di Desa Cijengkol Kecamatan Caringin.

Desa pintar ini dilengkapi dengan aplikasi yang berisi informasi terkini, terdapat pos pelayanan di setiap kedusunan, layanan langsung berbasis website, serta pelayanan surat menyurat dengan QR code.

Sementara, inovasi yang ketiga adalah kartu sehat desa. Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sukabumi menargetkan program ini ditujukan untuk masyarakat prasejahtera yang tidak ter-cover oleh Program Keluarga Harapan (PKH) dari Dinas Sosial.

Kartu sehat desa ini juga menyasar keluarga miskin yang tidak memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) serta ditujukan untuk ibu hamil dan menyusui bagi masyarakat kurang mampu.

Program tersebut merupakan bentuk perlindungan kesehatan bagi para manula dengan batas usia minimal 55 tahun serta keluarga miskin yang memiliki penyakit tetap dan berat.

Selain inovasi dan kemitraan, melalui KSST Kabupaten Sukabumi berhasil meningkatkan kemajuan dan kemandirian desa pada wilayahnya. Tercatat pada tahun 2019, tidak ada lagi desa sanggat tertinggal di Kabupaten Sukabumi.

Kemudian, untuk status desa tertinggal jumlahnya berkurang dari 82 desa pada 2018 menjadi 39 desa pada 2019. Desa dengan status maju juga mengalami peningkatan menjadi 78 desa pada tahun 2019, sementara tahun sebelumnya jumlah hanya 58 desa.

Desa dengan status mandiri juga bertambah walaupun meningkat tipis yakni dari 4 desa pada 2018 menjadi 6 desa pada 2019.

Namun, Pemda Kabupaten Sukabumi berharap KSST dapat lebih bersinergi dengan seluruh stakeholder yang ada. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawabannya. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan manfaat yang lebih baik. (SKO)

Tags:
dana desa 2020desainovasijawa baratkemitraanKSSTpenyaluran dana desaSukabumi
wahyudatun nisa

wahyudatun nisa

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: