Studi CDC AS: Orang yang Tidak Divaksin 11 Kali Lebih Cepat Meninggal

13 September 2021 05:04 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Laila Ramdhini

Warga mengikuti vaksinasi yang di gelar oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Pasar Ikan Modern, Muara Baru, Jakarta Utara, Kamis, 2 September 2021. (Ismail Pohan/TrenAsia)

JAKARTA – Orang yang tidak disuntik vaksin mempunyai potensi 4,5 kali lebih mudah terinfeksi virus COVID-19. Selain itu, kemungkinan dirawat di rumah sakit juga 10 kali lebih tinggi, serta 11 kali lebih cepat berpotensi meninggal.

Hal itu diungkapkan dalam hasil studi Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (AS) atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC). 

Penelitian tersebut dilakukan dengan mengambil data kasus COVID-19 selama 4 April – 17 Juli 2021. CDC meneliti lebih dari 600.000 kasus dari 13 negara bagian. 

"Para peneliti menyimpulkan orang yang tidak divaksinasi lebih mungkin tertular virus, dirawat di rumah sakit, dan lebih cepat meninggal dibandingkan dengan orang yang divaksin,” mengutip hasil studi tersebut, Minggu, 12 September 2021.

CDC menjelaskan vaksin COVID-19 mampu mengajarkan pada sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan melawan virus. Pada umumnya, diperlukan waktu dua minggu setelah vaksinasi untuk pembangunan imun tubuh.

Vaksinasi tersebut juga disebut ampuh untuk mengurangi potensi tertular varian virus Delta. Untuk mendapatkan perlindungan maksimal, setiap orang harus mendapatkan seluruh dosis vaksin atau dua kali vaksin sesuai rekomendasi.

“Vaksinasi adalah alat penting untuk membantu menghentikan pandemi. Hal ini dapat melindungi orang-orang di sekitar maupun mereka yang mengalami sakit parah,” tulis CDC.

Di Indonesia, pemerintah melaporkan jumlah vaksinasi yang dilakukan telah mencapai 107 juta dosis. Rinciannya, ada 38,8 juta penerima yang telah melakukan vaksinasi lengkap. Jumlah tersebut sekitar 14,4%dari target vaksinasi.

Sementara itu, untuk penerima dosis pertama berjumlah 67,15 juta orang dan penerima dosis ketiga sebanyak 715.296 orang.

Apabila untuk mencapai target, yakni 70% hingga akhir tahun, pemerintah harus memvaksinasi sekitar 145,6 juta dosis dari total 208,26 juta penerima berusia di atas 12 tahun.

Berita Terkait