Stok Perkantoran CBD di Jakarta Naik Jadi 6,84 Juta m2, Didukung Proyek RDTX Place dan Menara Trinity

26 Agustus 2021 14:00 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Rizky C. Septania

Treasury Tower di Kawasan SCBD Jakarta Selatan / Rumahdijual.com

JAKARTA – Perkantoran central business district (CBD) di Jakarta sepanjang semester I-2021 menunjukkan peningkatan permintaan meskipun masih terbatas.

Berdasarkan publikasi Savills Research & Consultancy, terdapat penyelesaian proyek baru pada pasar ini. Dua proyek baru yang selesai dan dibuka untuk penyewa adalah RDTX Place dan Menara Trinity. 

“Keduanya berada di kawasan Kuningan dan menyediakan sekitar 164.000 meter persegi tambahan pasokan ke pasar,” mengutip hasil riset tersebut, Kamis, 26 Agustus 2021. Alhasil, total stok perkantoran CBD di Ibu Kota meningkat menjadi kurang lebih 6,84 juta m2.

Adapun dari total persediaan di CBD, grade A mendominasi dengan jumlah 40%, diikuti oleh grade B sebesar 27%, dan pasokan kelas premium sebesar 24%. Sementara itu, pasokan grade C menyumbang kurang lebih 9% dari total stok.

Di sisi permintaan, e-commerce dan perusahaan teknologi disebut sebagai pendorong dari permintaan di CBD. “Sektor ini mengambil kesempatan untuk mengamankan sewa besar di gedung-gedung terkemuka,” tulisnya.

Selanjutnya, penyewa utama juga berasal dari sektor perbankan, minyak dan gas, barang konsumsi, serta trading. Mereka dinilai aktif mencari peluang dengan memanfaatkan fasilitas yang lebih baik untuk kebutuhan ekspansi dan relokasi perusahaan.

Secara keseluruhan, penerimaan bersih di paruh pertama tahun ini mencapai 48.114 m2. Bangunan grade A diserap sebagian besar, yakni 80%, sedangkan bangunan Kelas Premium dan Kelas B masing-masing sebesar 10%.

“Dengan lebih banyak pasokan tambahan ini, lowongan kerja pun diprediksi naik menjadi sekitar 25,4 persen pada akhir semester pertama tahun ini,” ungkapnya.

Berita Terkait