Startup Sewa Kamar Airbnb Siap IPO, Bidik Dana Rp44,4 Triliun

JAKARTA – Perusahaan penyewaan kamar Airbnb.Inc bakal menggelar penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) dalam waktu dekat. Dari aksi itu, perusahaan menargetkan mengantongi dana segar senilai US$3 miliar atau Rp44,4 triliun (asumsi kurs Rp14.800 per dolar Amerika Serikat).

Aksi IPO itu akan menjadi yang terbesar di pasar New York Stock Exhange (NYSE) AS sepanjang tahun ini bersama dengan perusahaan label musik Warner Music Group atau Snowflake.

Dinukil dari CNBC, rencana IPO ini bermulai ketika Airbnb mengajukan dokumen-dokumen kelengkapan ke otoritas bursa Amerika Serikat (AS) pada Agustus 2020 lalu. Rencananya, aksi IPO ini akan diumumkan pada November mendatang usai pemilihan presiden AS kelar dilaksanakan.

Sumber yang tidak disebutkan namanya menyebut bahwa rencana IPO ini masih bersifat tentatif tergantung votalitas nilai perusahaan.

Meski demikian, hingga saat ini masih belum ada kabar resmi dari pihak Airbnb terkait rencana tersebut. Hanya berdasarkan sumber CNBC, aksi IPO ini akan menambah valuasi Airbnb menjadi US$30 miliar. Angka ini jauh lebih besar dari valuasi Airbnb pada April 2020 lalu yang hanya US$18 miliar.

Penaksiran valuasi Airbnb itu terjadi usai perusahaan berhasil mengumpulkan dana US$2 miliar dari investor. Tambahan dana dari investor itu pulalah yang akhirnya turut mendorong Airbnb untuk go public.

Sementara itu, berdasarkan penilaian terbaru dari pihak independen di AS, nilai saham wajar untuk Airbnb sendiri ditaksir hanya US$21 miliar. Artinya, ada gap cukup besar dari taksiran tersebut dengan valuasi yang disebut sumber CNBC, yakni sebanyak US$9 miliar. (SKO)

Tags:
AirbnbAmerika Serikataplikasibisnis perhotelanHeadlineHotelIPOPasar modalperusahaan rintisanStartup
Fajar Yusuf Rasdianto

Fajar Yusuf Rasdianto

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: