Start Up Menjamur, Pembiayaan Perusahaan Modal Ventura Melonjak 28% Tembus Rp15,8 Triliun

16 September 2021 18:17 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Laila Ramdhini

Perusahaan modal ventura Jungle Ventures yang mendanai Kredivo hingga RedDoorz / Facebook @JungleVentures

JAKARTA – Peran perusahaan modal ventura (PMV) terhadap perkembangan start up kian besar. Seiring dengan pesatnya pertumbuhan start up, PMV juga kian subur baik dari aset hingga penyertaan modalnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan atau penyertaan modal PMV mengalami tren peningkatan sebesar 28,85% year on year (yoy). Per Juni 2021, pembiayaan PMV sudah mencapai Rp15,88 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan periode tahun sebelumnya Rp12,72 triliun.

“Makin banyak start up yang didanai, maka PMV juga makin mudah mendapatkan pendanaan untuk melakukan penyertaan modal,” kata Direktur Pengawasan Lembaga Pembiayaan, OJK IKNB, Yustianus Dapot dalam webinar Amvesindo, Kamis 16 September 2021.

Yustianus merinci, komposisi penyertaan PMV didominasi oleh pembiayaan usaha produktif sebesar Rp10,18 triliun atau 64,12% dari total pembiayaan. Di posisi kedua adalah penyertaan saham sebesar Rp4,98 triliun (31,39%). 

Sisanya sebesar 4,46% diberikan melalui obligasi konversi sebesar Rp709 miliar dan surat utang sebesar Rp4 miliar.

Dalam perjalanannya, pembiayaan mayoritas disalurkan pada sektor ekonomi perdagangam restoran dan hotel sebesar 55%. Diikuti sektor ekonomi jasa pendukung bisnis sebesar 17% dan sektor ekonomi konstruksi 8%.

Saat ini, terdapat 59 PMV di Indonesia. Adapun asetnya per Juni 2021 mencapai Rp21 triliun, naik 13,10% yoy dari sebelumnya Rp19 triliun. 

Sayangnya, laba pada Juni 2021 mengalami penurunan sebesar Rp177 miliar atau 68,8% yoy. Pada Juni 2021, laba PMV susut menjadi Rp81 miliar, padahal periode tahun lalu berhasil mencetak laba sebanyak Rp258 miliar. 

Berita Terkait