Start Up EBT Xurya Raih Pendanaan Rp308 Miliar dari East Ventures dan Saratoga

14 Januari 2022 11:30 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Rizky C. Septania

PT Xurya Daya Indonesia menggandeng LEIN sebagai partner EPC untuk instalasi di pabrik PT Prima Sejati Sejahtera (anak usaha Pan Brothers) yang berlokasi di Boyolali, Jawa Tengah pada Desember 2021. (Instagram/energixurya)

JAKARTA -- Start up energi terbarukan, PT Xurya Daya Indonesia (Xurya), meraih pendanaan seri A sebesar US$21,5 juta atau setara dengan Rp 308 miliar yang dipimpin East Ventures dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).

Selain kedua investor utama tersebut, ada juga beberapa investor lama yang kembali mendanai start up yang fokus pada pasar penyewaan  Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Indonesia, yaitu Schneider Electric dan New Energy Nexus Indonesia.

Managing Director Xurya Eka Himawan mengatakan dana segar ini akan dialokasikan untuk melanjutkan pembangunan PLTS Atap yang telah meningkat tiga kali lipat pada tahun 2021 dan membantu perusahaan dalam mencapai visi jangka panjangnya untuk menjadi pemimpin dalam menyediakan teknologi dan solusi energi bersih dan berkelanjutan di Indonesia.

“Kami menghargai dukungan dan kepercayaan yang diberikan oleh investor, mitra, dan pelanggan untuk membantu kami mempercepat transisi ke energi baru terbarukan di Indonesia sejak Xurya didirikan 3 tahun lalu," kata Eka dalam keterangan pers yang diterima Jumat, 14 Januari 2022.

Hingga tiga tahun ke depan, Xurya telah memastikan pengerjaan proyek (PLTS Atap hingga 300 megawatt (MW) yang tersebar baik di Jawa maupun luar Jawa.

Eka menerangkan selain melanjutkan pembangunan PLTS Atap yang tumbuh pesat sepanjang tahun 2021, pendanaan ini juga dialokasikan untuk pengembangan teknologi dan sumber daya manusia agar percepatan transisi energi bersih dapat segera terwujud.

East Ventures dan Saratoga, yang memimpin putaran pendanaan ini, memiliki portofolio investasi yang luas ke start up tahap awal dan pertumbuhan di berbagai industri, termasuk industri sosial dan lingkungan.

Partisipasi East Ventures, perusahaan modal ventura yang agnostik sektoral dan pelopor modal ventura di Indonesia yang telah mendukung lebih dari 200 perusahaan di Asia Tenggara, memperkuat dukungannya terhadap komitmen Xurya untuk mengembangkan lanskap energi terbarukan dan isu-isu perubahan iklim di Indonesia.

Managing Partner East Ventures Roderick Purwana mengatakan sebagai salah satu pelopor perusahaan modal ventura yang mengadopsi pendekatan ESG untuk investasi, pihaknya senang dapat mendukung tim Xurya sejak awal perjalanan mereka untuk menciptakan lingkungan dan melindungi bumi, platform terbesar perusahaannya.

"East Ventures percaya bahwa berinvestasi di perusahaan yang tepat itu penting, tidak hanya dalam hal keuntungan, tetapi juga dalam hal dampak sosial," katanya.

Sementara itu, Saratoga, yang juga memimpin putaran pendanaan ini, adalah perusahaan investasi aktif terkemuka dengan lebih dari dua dekade pengalaman dan keahlian dalam berinvestasi di pasar Indonesia dan Asia Tenggara.

Presiden Direktur Saratoga Michael Soeryadjaya mengatakan partisipasi perusahaan dalam pendanaan ini merupakan bagian dari komitmen untuk mengembangkan energi rendah karbon di Indonesia.

"Investasi ini merupakan peluang yang baik bagi Saratoga untuk memperkuat dukungan di sektor teknologi New & Renewable Energy (EBT) yang kini menjadi salah satu sumber energi prioritas untuk dikembangkan oleh pemerintah," pungkasnya.

Dia menyebut bahwa PLTS Atap dapat memberikan solusi bagi ketersediaan energi yang bersih, ramah lingkungan, dan berkelanjutan di Indonesia.

Menurut dia, PLTS Atap juga merupakan salah satu inisiatif yang didukung oleh Presiden Joko Widodo untuk mengurangi ketergantungan penggunaan energi bahan bakar fosil.

Dengan berinvestasi di Xurya, Saratoga dapat membantu mempercepat upaya pemerintah untuk mencapai target bauran EBT menjadi 23% pada tahun 2025 dan 31% pada tahun 2050.

"Pertumbuhan kapasitas terpasang Solar Rooftop yang sangat pesat dalam tiga tahun terakhir membuktikan bahwa kebutuhan industri teknologi EBT di Indonesia semakin meningkat,” tambah Michael.

Pendanaan ini juga didukung oleh New Energy Nexus Indonesia yang sepanjang tahun 2021 telah menyelesaikan investasinya di lima perusahaan energi terbarukan di Indonesia.

Sementara Schneider Electric adalah salah satu yang terdepan dalam transformasi digital manajemen energi dan otomatisasi, melalui Schneider Electric Energy Access Asia (SEEAA).

Hingga akhir tahun 2021, Xurya telah mengoperasikan 57 PLTS Atap dan saat ini sedang membangun di 38 lokasi lainnya dari berbagai industri dan bisnis yang semakin beragam, seperti perusahaan manufaktur (makanan dan minuman, consumer goods, pertanian, otomotif, baja, bahan bangunan, tekstil, dll), cold storage, hotel, pusat perbelanjaan.

Wilayah bisnis Xurya tersebut tersebar di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Lampung, Sumatera Selatan dan Utara, serta Sulawesi Selatan.

Berita Terkait