Stabilkan Harga, Badan Pangan Nasional Gelontorkan 25 Ton Telur per Hari

02 September 2022 21:31 WIB

Penulis: Debrinata Rizky

Editor: Fakhri Rezy

Gelontorkan Ratusan Ton Telur Lewat Operasi Pasar, Badan Pangan Nasional : Untuk Stabilkan Harga Telur (Debrinata)

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mensuplai ratusan ton telur ayam melalui lima pasar di wilayah DKI Jakarta, demi menstabilkan harga yang sedang melonjak.

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menjelaskan, akan ada pendistribusian sebanyak 25 ton per hari di pasar tradisional.

"Hari ini kita memulai operasi pasar, sebetulnya tanggal 1 September 2022, Per harinya ada 10 truk, jadi kurang lebih sekitar 5% dari kebutuhan telur DKI Jakarta," katanya kepada awak media di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Jumat, 2 September 2022.

Adapun kelima pasar di DKI Jakarta yang dimaksud Arief ialah, Pasar Minggu, Pasar Cijantung, Pasar Inpres Bata Putih Kebayoran Lama, Pasar Kebayoran Lama, dan Pasar Sayur Cipulir.

Arief menambahkan alasan utama mengapa DKI Jakarta yang dipih sebagai kontribusi terhadap inflasi 25 sampai 27 % secara nasional. Sehingga jika dilihat dari closelook dari daerah sentra produksi seperti Kendal, Blitar dan Makasar dipilihlah Jakarta sebagai sasarannya.

Adapun harga disalurkan ini dijual seharga Rp27.000 per kg untuk konsumen, lebih murah dari harga saat ini yang masih di kisaran Rp29.000 sampai Rp31.000 per kg. Sementara untuk pedagang harga telur ini dibanderol Rp25.000 per kg.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri menjelaskan, pola penyaluran telur ayam ke pasar ini bukan operasi pasar.

Namun melalui skema penyaluran yang nantinya akan diberikan langsung ke pedagang pasar agar harga di pasar yang akan turun. Maka Mansuri meminta, untuk saat ini pedagang pasar untuk menghabiskan stok lama dari telur ayam yang masih ada.

Jika sudah habis, Badan Pangan Nasional akan membatu penyaluran telur murah ini, targetnya pekan depan harga telur ayam di pasar sudah turun. Meskipun ditengah gempuran para pengusaha besar yang akan menurunkan harga telur juga Ikappi terus berusaha berkoordinasi untuk menjaga harga telur.

Karena menurunkan harga telur secara sepihak dapat merugikan peternak telur ayam dan berpengaruh pada pergerakan harga telur.

Berita Terkait