Sri Mulyani Sebut Financial Track G20 Dorong Pemulihan Ekonomi Melalui Fiskal dan Moneter

November 23, 2020, 01:34 PM UTC

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Menteri Keuangan Sri Mulyani . Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan salah satu fokus pembahasan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 adalah financial track sebagai upaya untuk menghadapi COVID-19.

Oleh sebab itu, wanita yang biasa disapa Ani ini mengatakan bahwa semua negara melakukan kebijakan bersama-sama untuk menangani pandemi dan mengembalikan perekonomian agar pulih kembali.

“Dukungan kebijakan perekonomian dan keuangan terutama di bidang fiskal, moneter, dan regulasi di bidang sektor keuangan perlu dilakukan dan terus dilakukan,” jelasnya dikutip dari siaran pers di laman resmi Kementerian Keuangan, Senin 23 November 2020.

Ia menyatakan, meskipun pada kuartal ketiga banyak perekonomian di negara G20 sudah menunjukkan adanya pembalikan, namun itu masih sangat awal dan masih sangat rapuh.

Dengan begitu, kebijakan fiskal, moneter, dan regulasi sektor keuangan harus tetap dijalankan sampai ekonomi betul-betul pulih secara kuat.

“Dalam financial track juga dibahas mengenai pembiayaan dari vaksin COVID-19 yang tentu memakan resources yang sangat besar. Dalam hal ini dibahas mengenai bagaimana negara-negara terutama negara berkembang bisa mendapatkan akses vaksin,” tambah Menkeu.

Ani menekankan pentingnya peranan lembaga multilateral dalam memberikan dukungan pendanaan bagi negara-negara berkembang atau negara miskin untuk mendapatkan vaksin.

Ia juga menyebut bahwa akses terhadap vaksin ini penting karena tidak akan ada pemulihan ekonomi di seluruh dunia sampai seluruh negara mendapatkan akses vaksin.