Sri Mulyani Pangkas Anggaran Kementerian BUMN Jadi Rp208 Miliar

30 Agustus 2021 21:30 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Laila Ramdhini

Menteri BUMN Erick Thohir. (TrenAsia/Ismail Pohan.)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN( mendapatkan alokasi sebesar Rp208 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021.  

"Untuk kinerja anggaran tahun 2022, kami mendapatkan persetujuan dari Kementerian Keuangan sebesar Rp208 miliar," ujar Menteri BUMN Erick Thohir dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin, 30 Agustus 2021.

Erick menjelaskan anggaran tersebut hanya 85% dari usulan anggaran yang diajukan atau dibandingkan dari anggaran tahun 2021 sebesar Rp244,8 miliar. Sebelumnya, Erick mengusulkan pagu indikatif Kementerian BUMN pada 2022 sebesar Rp208,2 miliar dan mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp33,34 miliar. Total menjadi Rp241,53 miliar untuk 2022.

Dalam catatan Kementrian BUMN, pagu indikatif tersebut lebih rendah dari pagu indikatif pada 2021 sebesar Rp244,8 miliar atau 85,06%. Kalau melihat dari 2020 ke 2021 dan 2022, anggaran Kementerian BUMN terus mengalami penurunan.

Untuk tahun depan, Erick mengatakan, anggaran Rp208 miliar akan diperuntukkan untuk belanja barang dan belanja pegawai.

"Adapun peruntukkan bagi anggaran Kementerian BUMN tahun anggaran 2022 tersebut, antara lain 60 persen untuk belanja barang sebesar Rp125 miliar, kemudian belanja modal Rp7,89 miliar dan untuk belanja pegawai sebesar Rp75,16 miliar," paparnya.

Realisasi Anggaran TA 2021

Dalam rapat itu, Erick juga memaparkan realisasi anggaran 2021. Dia menyebut hingga Agustus, realisasi penyerapannya sebesar 60,77% dari pagu anggaran sebesar Rp244,8 miliar. 

Pagu anggaran ini dalam perjalanan telah di-refocusing untuk penanganan COVID-19 sebesar Rp51,75 miliar sehingga yang diberikan hanya Rp193 miliar dan penyerapannya sudah sebesar Rp117 miliar.

Untuk belanja pegawai, kata dia, sudah terealisasi Rp39,36 miliar atau 67,7% dari pagu anggaran Rp58,14 miliar.

Kemudian realisasi belanja modal Rp4,93 miliar atau 45,8% dari pagu anggaran Rp10,76 miliar, dan realisasi belanja barang Rp58,82 miliar atau 58,8% dari pagu anggaran Rp124,15 miliar.

Erick yakin, dengan empat bulan tersisa, anggaran Kementerian BUMN bisa terealisasi hingga mencapai 90% di akhir tahun.

"Kami tetap optimistis pada tahun ini kita bisa menyerap di atas 90 persen," ucapnya.

Berita Terkait