Sri Mulyani Minta Rakyat Bersiap, Pandemi akan Jadi Endemi

24 Agustus 2021 17:02 WIB

Penulis: Fachrizal

Editor: Amirudin Zuhri

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. / Kemenkeu.go.id

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta masyarakat Indonesia menyiapkan diri untuk merespons hidup di tengah pandemi yang akan berubah menjadi endemi. Hidup didalam endemi, menurutnya harus dapat dilakukan, karena negara menyiapkan vaksin. 

Dia menambahkan, saat ini pemerintah melakukan testing, tracing dan treatment atau 3T dan membutuhkan biaya besar untuk isolasi baik secara mandiri maupun di rumah sakit.

"Ini adalah suatu langkah untuk menyelamatkan manusia dari ancaman kesehatan dan ancaman kondisi sosial yang sangat menekan hingga mengancam perekonomian. Keselamatan dan kemanusiaan menjadi sangat dominan," jelas dia dalam konferensi pers daring bertajuk “Pemerintah dan Bank Indonesia Perkuat Kerja Sama dalam Pembiayaan Sektor Kesehatan & Kemanusiaan sebagai Dampak Covid-19” di Jakarta, Selasa, 23 Agustus 2021.

Sri Mulyani mengungkapkan virus corona varian Delta ini memang sangat mengancam kesehatan dan jiwa masyarakat di seluruh dunia. Menurut dia, dalam menghadapi pandemi seluruh pemerintah di dunia melakukan penyesuaian untuk penanganan dampak tersebut.

Seluruh negara berupaya untuk memulihkan perekonomian. Dia menjelaskan sejak pertama kali diumumkan sebagai pandemi, COVID-19 ini terus mengalami kenaikan, lalu muncul beberapa gelombang di berbagai negara.

"Sempat melandai kemudian naik lagi, lalu menurun hingga muncul kasus delta dan puncaknya pada Mei 2021 di-drive oleh India dan menular ke 144 negara," kata dia. 

Sri Mulyani mengungkapkan selain itu Amerika Serikat (AS) juga mengalami kenaikan, lalu ada juga varian delta di negara lain seperti Brasil dan Rusia.

Dia menyebutkan Indonesia terus berupaya untuk mengendalikan COVID-19. Meskipun sempat mengalami kenaikan.

"Januari-Februari tahun ini kita harus mengetatkan PSBB, lalu sekarang melaksanakan PPKM. Dalam hal penanganan COVID-19 kita tetap relatif bisa mengendalikan. Tapi jangan membuat kita puas diri, karena pandemi ini terus menerus mengancam jiwa manusia dan mengancam sosial ekonomi suatu negara," jelas dia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebutkan akibat pandemi yang makin tidak pasti, proyeksi ekonomi di berbagai negara terus berubah. Banyak negara yang konsesusnya turun seperti Brasil, Jerman, Jepang, South Korea. Hal ini karena dampak varian Delta yang sudah menyebar ke 144 negara.

Berita Terkait