Sri Mulyani Gelar Lelang Sukuk Negara, Target Serapan Mencapai Rp10 Triliun

April 17, 2021, 06:34 PM UTC

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Karyawati menunjukkan mata uang Dolar Amerika di salah satu teller bank, di Jakarta, Rabu, 3 Maret 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bakal kembali menggelar lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara pada Selasa, 20 April 2021. Pemerintah mematok target indikatif sebesar Rp10 triliun pada lelang mendatang.

Terdapat enam seri sukuk yang akan diobral dengan sistem pelelangan yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI). Sukuk yang dilelang kali ini merupakan seri SPN-S atau Surat Perbendaharaan Negara – Syariah dan Project Based Sukuk (PBS).

Seri tersebut antara lain seri SPN-S 07102021 jatuh tempo pada 7 Oktober 2021 dengan imbal hasil atau yield diskonto. Lalu, seri PBS027 yang jatuh tempo pada 15 Mei 2023 dengan yield 6,5%. Kemudian seri PBS017 menawarkan yield 6,12% dan jatuh tempo pada 15 Oktober 2025.

Ada pula seri PBS028 mengobral yield 7,75% dan jatuh tempo pada 15 Oktober 2046. Sementara seri PBS004 yang jatuh tempo pada 15 Februari 2037 menawarkan yield 6,1%, serta seri PBS029 yang jatuh tempo pada 15 Maret 2034 dengan yield 6,37%.

Lelang kali ini bersifat terbuka atau open auction dengan menggunakan metode harga beragam (multiple price). Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif (competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield atau imbal hasil yang diajukan.

Sementara Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif (non-competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang. 

Lelang SBSN seri SPN-S akan diterbitkan menggunakan akad ijarah sale and lease back atas dasar fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) nomor 72/DSN-MUI/VI/2008. Sementara SBSN seri PBS menggunakan akad Ijarah Asset to be Leased dengan mendasarkan pada fatwa DSN-MUI nomor 76/DSN-MUI/VI/2010.

Jumlah Penawaran Membaik

Meski pada lelang Surat Utang Negara (SUN) lalu masih belum dapat memenuhi target indikatif, tampak perbaikan dari segi jumlah penawaran yang masuk.

Pada lelang Selasa, 13 April 2021, Pemerintah mengantongi Rp24,22 triliun dari tujuh seri SUN yang dilelang. Capaian itu hanya 80,7% dari target indikatif yang sebesar Rp30 triliun.

Kendati demikian, jumlah penawaran lelang kali ini mampu mencapai Rp42 triliun. Angka itu lebih tinggi dibandingkan lelang sebelumnya yang hanya Rp33,95 triliun.

Bila menyertakan hasil lelang tambahan atau green shoe option pada Rabu, 14 April 2021, maka target indikatif itu sebenarnya hampir terlampaui. Pasalnya, Pemerintah berhasil mengantongi Rp5,77 triliun dari lelang tambahan SUN tersebut. (RCS)