Sri Mulyani Cari Utang Tapi Tak Penuhi Target, Kupon Bunga RI Tak Menarik?

March 31, 2021, 11:43 PM UTC

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Karyawati menunjukkan mata uang Dolar Amerika dan Rupiah di salah satu teller bank, di Jakarta, Rabu, 3 Maret 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengumumkan lelang surat utang negara (SUN) dalam beberapa kali terakhir tidak mencapai target yang diinginkan.

DJPPR Kemenkeu dalam keterangan resmi, Rabu, 31 Maret 2021, mencatat penerimaan negara dari lelang tambahan atau greenshoe option SUN mencapai Rp15 triliun.

Terdapat lima seri SUN yang dilelang pada Rabu, 31 Maret 2021 ini. Hasil lelang ini berada di bawah target indikatif pemerintah sebesar Rp25 triliun. 

Seri FR0083 yang jatuh tempo pada 15 April 2040 dimenangkan dengan nominal tertinggi, yakni Rp4 triliun. Seri ini diminati investor lantaran memiliki yield atau imbal hasil tertinggi di antara empat seri lainnya, yakni sebesar 7,4%.

Seri dengan nominal dimenangkan tertinggi berikutnya ialah FR0089 sebesar Rp3,43 triliun. Seri dengan tenor 30 tahun ini menawarkan yield sebesar 7%. Selanjutnya, Seri FR0088 dengan tenor lima tahun laku di angka Rp3,38 triliun.

Adapun seri dengan tenor tersingkat dicaplok investor dengan nominal yang lebih rendah. Seri FR0086 tenor lima tahun dimenangkan pada nominal Rp1,58 triliun. Adapun yield dari seri FR0086 mencapai 5,87%.

Terakhir, seri FR0087 yang dimenangkan pada nominal Rp2,69 triliun. Seri dengan tenor 10 tahun ini memiliki yield sebesar 6,7%. Bid to cover ratio atau rasio jumlah penawaran yang masuk dengan jumlah penawaran yang dimenangkan pada lelang kali ini rata sebesar 1 kali pada lima seri tersebut.

Lelang berada di bawah target ini bukan kali pertama terjadi. Tidak terpenuhinya target juga terjadi pada lelang Selasa, 30 Maret 2021.

Pemerintah mematok target indikatif Rp30 triliun dan maksimal Rp45 triliun pada lelang Selasa, 30 Maret 2021. Namun, pemerintah hanya bisa mengantongi Rp4,75 triliun dengan penawaran yang masuk mencapai Rp33,95 triliun.

Padahal, pemerintah total menawarkan tujuh seri SUN dalam lelang Selasa, 30 Maret 2021. SUN tersebut terdiri dari lima seri fixed rate (FR) dan dua seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN). (SKO)