Sri Mulyani Bertemu Menkeu Australia Bahas Kerja Sama Ekonomi hingga Transisi Energi Hijau

22 September 2022 14:26 WIB

Penulis: Octavia Tunggal Dewi

Editor: Laila Ramdhini

Menkeu Sri Mulyani (Foto: Ismail Pohan/TrenAsia) (Foto: Ismail Pohan/TrenAsia)

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melakukan Economic Policy Dialogue (EPD) serta pembaruan kerja sama bilateral antara Kementerian Keuangan dan Australian Treasury dengan Menteri Keuangan Australia Jim Chalmers di Canberra, Australia pada Senin, 19 September 2022.

Tujuan dari pertemuan tersebut yaitu untuk memperkuat kerja sama bilateral antara kedua negara, serta memperkuat ekonomi domestik dari masing-masing negara dan kawasan serta global.

Australia adalah negara asal impor terbesar ke-7, tujuan ekspor terbesar ke-14, serta negara investor terbesar ke-15 bagi Indonesia. Menkeu Sri Mulyani menilai kerja sama bilateral dan ekonomi tersebut penting untuk dipertahankan.

Kerja sama ekonomi kedua negara selama ini sudah terwujud melalui kerja sama reformasi sektor keuangan dan fiskal, termasuk melalui Prospera. Kedua negara sepakat bahwa agenda reformasi harus terus terlaksana di tengah ketidakpastian global.

Dilakukannya EPD bertujuan untuk membahas isu-isu internasional, regional, serta bilateral yang menjadi kepentingan bersama antara Australian Treasury dengan Kementerian Keuangan. Cakupan reformasi yang menjadi fokus EPD yaitu makroekonomi, sektor keuangan, dana pensiun, transfer ke daerah, dan juga transisi energi yang berkelanjutan.

Sri Mulyani berharap Indonesia dan Australia dapat memperoleh mutual benefit berupa pertukaran sudut pandang dan informasi agar area cakupan reformasi dapat semakin baik bagi kedua negara melalui EPD ini.

Dalam pembukaan EPD, Australia mengutarakan apresiasi terhadap leadership Indonesia pada forum G20 di tengah situasi geopolitik yang sulit. Menkeu Sri Mulyani mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Australia atas komitmennya untuk terus mendukung Indonesia menjelang KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) G20 yang rencananya akan diselenggarakan bulan November mendatang. 

Terdapat tiga agenda prioritas Presidensi G20 Indonesia yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut, diantaranya pandemic preparedness, ekonomi digital, serta transisi energi.

“Saya harap Australia juga akan tetap memberikan dukungan dan masukan dalam keketuaan ASEAN Indonesia di 2023. Australia akan tetap menjadi salah satu mitra utama Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi baik regional maupun global,” Ucap Menkeu Sri Mulyani.

Berita Terkait