Sri Mulyani Berikan Sinyal Resesi Ekonomi, DPR: Jangan Panik

26 September 2020 10:04 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Menteri Keuangan, Sri Mulyani saat hadir pada Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 2 September 2020. Raker tersebut membahas asumsi dasar Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Anggota Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Mukhamad Misbakhun menyampaikan bahwa sinyal resesi ekonomi jangan ditanggapi dengan berlebihan, apalagi panik. Ia mengimbau agar masyarakat tidak perlu cemas.

Anggota Komisi XI DPR RI ini meyakini pemerintah akan membuat kebijakan tepat sebagai solusi. Ia juga mendorong pemerintah menggencarkan bantuan sosial bagi masyarakat terdampak pandemi.

“Saya yakin pemerintahan bisa membawa kita keluar dari situasi sulit seperti saat ini. Pemerintah juga akan terus melaksanakan program-program bantuan sosial sebagai bentuk kehadiran negara ketika rakyat sedang susah karena pandemi,” katanya di Jakarta, Jumat 25 September 2020.

Oleh karena itu, Misbakhun berharap semua pihak tetap optimistis bahwa Indonesia akan mampu keluar dari situasi sulit akibat pandemi COVID-19.

“Semoga dengan berbagai upaya dan kebijakan yang tepat dari pemerintah, kita bisa keluar dari kondisi perekonomian yang sulit ini,” katanya.

Apresiasi Sri Mulyani

Legislator Golkar ini menilai Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati telah bertindak berani dan jujur dengan memproyeksian ekonomi nasional pada kuartal III tahun ini kembali negatif.

“Menurut saya itu sebuah kejujuran dan keberanian. Tugas Menkeu memang di bidang fiskal, jadi wajar saja Bu Sri Mulyani memberikan sinyal,” tuturnya.

Mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) itu menambahkan, sebenarnya banyak kalangan yang sudah memprediksi soal resesi itu. Salah satunya di lingkungan parlemen.

“Kami di Komisi XI DPR juga sudah memperkirakan sejak awal ketika pandemi COVID-19 berimbas ke masalah ekonomi,” sambungnya.

Sebelumnya Menkeu Sri Mulyani menyatakan bahwa ekonomi Indonesia pada kuartal III tahun 2020 akan berada di zona negatif pada rentang minus 2,9% hingga minus 1,1%. Menurut wanita yang akrab disapa Ani ini, kondisi yang sama berpotensi berlanjut pada kuartal IV.

Negative territory kemungkinan akan terjadi pada kuartal III dan juga masih akan berlangsung kuartal IV. Yang kita upayakan untuk bisa dekati nol atau positif,” ungkap mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut. (SKO)

Berita Terkait