Habiskan Rp3,82 Triliun Pada 2020, Sri Mulyani Sebut Subsidi Kuota Internet Efektif

05 Agustus 2021 12:47 WIB

Penulis: Fachrizal

Editor: Amirudin Zuhri

Ilustrasi siswa belajar daring di Jakarta. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA- Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menilai bantuan subsidi kuota internet yang diberikan pemerintah kepada siswa, mahasiswa, guru, dan dosen mampu meringankan beban ekonomi setiap orang. Bantuan itu dinilai menjadi salah satu solusi bagi pendidikan akibat krisis pandemi COVID-19. Mengingat seluruh sistem pembelajaran di Indonesia saat ini sepenuhnya lewat daring. 

Sri Mulyani mengacu kepada survei yang dilakukan oleh Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI). Menurut survei tersebut, sebanyak 83% responden juga merasa sangat terbantu dalam menjalankan proses belajar dan mengajar dengan persentase kepuasan mencapai 63.2%. 

"Survei efektivitas dan manfaat dari kuota internet ini menunjukkan 85 persen dari responden yang disurvei mengaku bantuan ini sangat meringankan beban ekonomi mereka," kata Sri Mulyani dalam Peresmian Lanjutan Bantuan Kuota Internet dan Bantuan Uang Kuliah Tunggal tahun 2021, Rabu 4 Agustus 2021.

Sri Mulyani menginformasikan untuk subsidi kuota internet tahun 2020 sendiri, telah direalisasikan sebesar Rp3,82 triliun untuk Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Rp240 miliar oleh Kementerian Agama.

Indeks bantuan tersebut meliputi PAUD mendapat 20 gigabyte (GB), siswa 35 GB, mahasiswa 50 GB, dan guru 42 GB dengan harga per 1 GB sebesar Rp1.000.

Sri Mulyani mengatakan kebijakan bantuan ini telah melindungi 44,3 juta penerima baik siswa dari mulai PAUD hingga mahasiswa sekaligus tenaga pengajar di Kemendikbudristek dan Kemenag sebanyak 6,7 juta penerima.

"Total lebih dari 51 juta penerima dari bantuan kuota internet ini," ujarnya.

Alokasi 2021

Sementara itu, alokasi tahun 2021 sebesar Rp3 triliun bagi 38,1 juta siswa, mahasiswa, guru dan dosen meliputi Kemendikbudristek dari Maret sampai Mei 2021 Rp2,5 triliun untuk 30 juta penerima dan Rp478,9 miliar di Kemenag dari Mei sampai Juni 2021 dengan sasaran 8,1 juta orang.

Alokasi Rp2,5 triliun di Kemendikbudristek tersebut terealisasi Rp2,3 triliun atau 92,4 persen untuk 27,7 juta penerima atau 92,3 persen dari target sedangkan alokasi Rp478,9 miliar di Kemenag terealisasi Rp33,8 miliar per 7 Juli.

Tingkat penyerapan alokasi bantuan internet di Kemenag masih rendah karena masih dalam proses injeksi kuota, menunggu tagihan dari provider seluler dan proses pencairan anggaran ke KPPN serta terdapat kendala banyaknya nomor HP yang tidak valid lagi.

Pemerintah turut melanjutkan pemberian bantuan kuota internet untuk periode September hingga November 2021 dengan anggaran Rp2,3 triliun di Kemendikbudristek meliputi 10 GB per bulan bagi masing-masing 1,52 juta siswa PAUD Rp88,35 miliar.

Selanjutnya, 10 GB per bulan bagi 20,52 juta siswa Dikdasmen dengan anggaran Rp1,69 triliun, 12 GB per bulan bagi 1,56 juta guru PAUD dan guru Dikdasmen dengan anggaran Rp154,44 miliar serta 15 GB bagi 3,27 juta dosen dan mahasiswa dengan anggaran Rp404,98 miliar.

Bantuan kuota internet turut dilanjutkan di Kemenag untuk periode September hingga November 2021 dengan menggunakan sisa anggaran periode sebelumnya yang diperkirakan sebesar Rp234,5 miliar.

Bantuan kuota internet ini akan disalurkan mulai bulan September sampai November 2021. Periode penyaluran dilakukan setiap tanggal 11-15 di setiap bulannya.

Kuota gratis internet ini berlaku dan bisa digunakan selama 30 hari sejak diterima. Keseluruhan bantuan kuota internet merupakan kuota umum yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi, kecuali yang diblokir oleh Kemenkominfo.

Berita Terkait