Situasi Pandemi Belum Terkendali, Ifishdeco Gelar RUPS Hanya Lewat Daring pada 28 Juli 2021

26 Juli 2021 20:04 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Rizky C. Septania

Emiten pertambangan mineral PT Ifishdeco Tbk (IFSH) memasang target penjualan nikel sebesar dua juta ton pada 2021. / PT Bursa Efek Indonesia (BEI)

JAKARTA - Emiten pertambangan mineral PT Ifishdeco Tbk (IFSH) memutuskan untuk menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) pada 28 Juli 2021 hanya secara daring atau elektronik.

“Menimbang kondisi pandemi dan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, perseroan memutuskan rapat akan diselenggarakan secara elektronik melalui eASY.KSEI tanpa adanya kehadiran fisik,” ungkap Direktur Ifishdeco Ineke Kartika Dewi dalam keterangan tertulis yang dirilis di Bursa Efek Indonesia, Senin, 26 Juli 2021.

Seperti diketahui, dalam pengumuman yang disampaikan perseroan pada awal Juli 2021, agenda tersebut akan dilaksanakan di Candi Kalasan 1,2 Room, Grand Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman Kav.86, Jakarta Pusat.

Meskipun demikian, terdapat pengecualian untuk manajemen dan profesi penunjang pasar modal untuk menghadiri rapat terbatas secara fisik. RUPS nantinya juga hanya berhak dihadiri oleh mereka yang tercatat di Daftar Pemegang Saham (DPS) per tanggal 5 Juli 2021.

Sebagai informasi, ada lima agenda yang menjadi pembahasan. Pertama, persetujuan dan pengesahan laporan keuangan tahun buku 2020. Kedua, persetujuan penggunaan laba bersih. Ketiga, persetujuan penunjukkan akuntan publik dan/atau kantor akuntan publik.

Adapun agenda dua terakhir, yakni penetapan remunerasi bagi anggota direksi dan dewan komisaris perseroan, serta persetujuan laporan realisasi penggunaan dana.

Nantinya, manajemen juga akan meminta persetujuan atas perubahan susunan anggota direksi, serta Anggaran Dasar (AD) yang akan disesuaikan dengan peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Untuk mekanisme kehadiran online, dapat dilakukan dengan cara mendaftar melalui aplikasi Electronic General Meeting System KSEI (eASY.KSEI). Sementara bagi pemegang saham yang hadir secara fisik, wajib menunjukkan surat hasil negatif swab antigen atau PCR COVID-19.

Bidik Penjualan Nikel 2 Juta Ton

Sebagai informasi, IFSH memasang target penjualan nikel sebesar dua juta ton pada 2021. Angka tersebut jauh lebih tinggi 155,8% dibandingkan dengan perolehan 2020 yang sebesar 781.767 ton.

Direktur Ifishdeco Muhammad Ishaq pun memprediksi, pendapatan yang bakal diraup dari penjualan tersebut mencapai Rp1,01 triliun.

Selain itu, Ishaq juga optimistis smelter domestik dapat menyerap penjualan bijih nikel secara optimal pada tahun ini. Untuk mengejar target tersebut, pihaknya mengaku telah merevitalisasi sejumlah infrastruktur. Salah satunya fasilitas jetty atau dermaga pada Januari 2021.

Jika sebelumnya dermaga perseroan hanya dapat menampung kapal tongkang kecil, dengan revitalisasi tersebut kapasitasnya bisa bertambah lebih besar.

“Jadi, jumlah pengirimannya juga berpotensi lebih besar,” ungkapnya beberapa waktu lalu. Selain itu, IFSH juga berencana untuk mengakuisisi lahan tambang baru untuk memperbesar cadangan nikel perseroan.

Diketahui, jumlah pendapatan IFSH sepanjang 2020 (unaudited) hanya sebesar Rp395,01 miliar. Nilai ini merosot 63,5% year-on-year (yoy) dibandingkan dengan 2019 yang mencapai Rp1,085 triliun.

Menurut Ishaq, penurunan kinerja ini disebabkan oleh katalis negatif, terutama pandemi COVID-19. Selain itu, penghentian ekspor bijih nikel yang ditetapkan oleh pemerintah juga ikut mempengaruhi kinerja perseroan.

Adapun laba bersih setelah pajak juga menyusut 95,4% yoy dari Rp97,3 miliar pada 2019 menjadi Rp4,4 miliar pada 2020. Begitu pula dengan total aset yang turun 5,05% yoy menjadi Rp1,13 triliun, dari sebelumnya Rp1,19 triliun.

 

Berita Terkait