Sinyal Tapering Off di Akhir Tahun Kian Kencang, Rupiah Berpotensi Ambles ke Level Rp14.450

30 Agustus 2021 09:39 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Amirudin Zuhri

Karyawan menunjukkan uang Dolar Amerika Serikat (AS) di salah satu Bank BUMN di Jakarta, Selasa 2 Juni 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Simposium Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell semakin menunjukan adanya tanda tapering off pada akhir tahun ini. Sentimen ini diprediksi menekan nilai mata uang terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Analis Pasar Uang Ariston Tjendra mengatakan rupiah berpotensi terperosok hingga level Rp14.400-Rp14.450 per dolar AS. Pelemahan ini berpotensi berlanjut bila data tenaga kerja AS mengalami perbaikan.

Adapun data tersebut bakal diungkap otoritas AS pada pekan ini.  “Rupiah masih berpeluang melemah terhadap dollar AS hari ini dengan sinyal tapering di akhir tahun ini. Bila data menunjukkan perbaikan, isu tapering bakal menguat dan tentu bisa mendorong penguatan dollar AS,” ucap Ariston kepada TrenAsia.com, Senin, 30 Agustus 2021.

Belum dirilisnya data ketenagakerjaan ini membuat pelaku pasar masih cenderung berhati-hati. Walhasil, rupiah semakin sulit rebound.

“Pasar masih akan mengkonfirmasi isu ini dengan data tenaga kerja AS yang akan dirilis di pekan ini,” ujar Ariston.

 Meski begitu, rupiah masih bisa ditopang bila penanganan COVID-19 terus menunjukan pemulihan. “Di sisi lain, Kondisi pandemi yang membaik di dalam negri bisa menahan pelemahan rupiah hari ini,” jelas Ariston.

Senin ini merupakan hari terakhir Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3-4. Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut bakal mengumumkan status perpanjangan PPKM pada hari ini.

Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 melaporkan hingga Minggu, 29 Agustus 2021, kasus kumulatif COVID-19 di Indonesia telah mencapai 4,07 juta kasus. Sementara itu, total kasus sembuh mencapai 3,72 juta orang dan 131.923 orang di antaranya meninggal akibat COVID-19.

Berita Terkait