Sinergi dengan Pegadaian dan PNM, BRI Persiapkan Aksi Korporasi Besar

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI dikabarkan bakal mengakuisisi PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Aksi korporasi tersebut masih berhubungan dengan pengembangan bisnis, terutama usaha, mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Hal ini pernah disinggung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pada Februari lalu. Ia mengatakan, akan ada inovasi dan sinergi pengembangan usaha BRI.  

“Dengan target market kelas, akan ada sinergi antara BRI dengan PT Pegadaian,” ungkapnya.

Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo pun mengakui tengah menyiapkan sebuah aksi korporasi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam paparan kinerja perseroan kuartal III-2020 secara virtual pada 11 November lalu.

Aksi korporasi yang masih dirahasiakan tersebut bahkan sampai membuat laporan keuangan perseroan sedikit terlambat dipublikasikan jika dibandingkan bank pelat merah lainnya. Sebab, dilakukan audit laporan keuangan terlebih dahulu.

“Audit laporan keuangan September ini hal biasa kami lakukan, tetapi memang betul dalam rangka corporate action,” jelasnya.

Haru menjelaskan, arahnya tetap menjurus untuk pengembangan UMKM. Bahkan BRI ke depan menargetkan 85% penyaluran kredit BRI adalah segmen UMKM.

Adapun porsi penyaluran kredit segmen ini di BRI saat ini sudah mencapai 80%. Dalam penerapannya, perseroan akan bergerak go smaller dengan memperkuat akar di ultra mikro.

Dengan kata lain, bagi calon nasabah yang belum masuk di perbankan, akan digiring dengan cara memperkuat customer based melalui perluasan layanan. Sementara itu, calon nasabah yang unbankable akan diberikan pendampingan.

Pantau UMKM Lewat BMSI

Keseriusan BRI dalam menggenjot para pelaku usaha mikro juga terlihat dari pengembangan BRI Macro dan SMI Indeks (BMSI).

Direktur Utama BRI Sunarso menyampaikan, penilaian terhadap perkembangan UMKM akan dilakukan lewat hasil indeks.

BMSI sendiri terdiri dari dua indeks, yakni indeks aktivitas bisnis (IAB) untuk melihat situasi sekarang, dan IAB yang mengukur ekspektasi bisnis selama tiga bulan ke depan.

Menurutnya, apabila dibandingkan dengan kuartal II-2020, kondisi saat ini sudah menunjukkan perbaikan dan mulai memasuki masa recovery. Ini terlihat dari hasil survei aktivitas bisnis UMKM yang dilakukan oleh tim BRI pada kuartal III 2020.

“Hasil survei mengindikasikan bahwa kegiatan usaha mulai menggeliat kembali dan memiliki optimisme perbaikan lebih tinggi,” ujarnya di Jakarta beberapa waktu lalu.

Sunarso mengatakan, indeks BMSI mengalami kenaikan dari 65,5 menjadi 84,2 pada kuartal III 2020. Sementara itu, perkembangan ini diekspektasikan meningkat menjadi 109,3 pada kuartal IV-2020.

“Hasil tersebut kami simpulkan bahwa UMKM mulai menunjukkan titik kebangkitannya setelah diterpa pandemi,” ungkapnya.

Tags:
BRIBUMNDirektur Utama BRIErick ThohirHeadlineMenteri BUMN Erick ThohirPegadaianpnmPT Bank Rakyat Indonesia (Persero) TbkPT Pegadaian (Persero)PT Permodalan Nasional Madani (Persero)Sunarso
Aprilia Ciptaning

Aprilia Ciptaning

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: