Simak Panduan Berolahraga di Luar Ruangan

JAKARTA – Pandemi COVID-19 tidak menghalangi masyarakat untuk tetap menjaga kebugaran tubuh. Apalagi, di saat seperti ini, memiliki imuntubuh yang baik adalah sebuah keharusan.

Untuk itu, masyarakat dapat berolahraga dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku.

Dilansir dari Antara, Minggu, 6 September 2020, berikut adalah panduan olahraga luar ruangan dari dokter spesialis kulit Inneke Jane yang membahas soal busana, pemakaian masker, waktu yang direkomendasikan hingga perlindungan kulit.

Jaga jarak

Jika memungkinkan, berolahraga sendirian lebih aman karena tak ada risiko terkena percikan dari mulut orang lain. Tak perlu olahraga beramai-ramai. Namun, jika memang Anda melakukannya bersama orang lain, hindari berkerumun dan tetap menjaga jarak setidaknya dua mater.

Masker

Masker wajib dipakai bila Anda berolahraga di tempat ramai untuk melindungi diri dan orang lain dari risiko penularan virus corona. Namun, bila Anda berada di tempat sepi dan tak ada orang, tak apa melepas masker agar tubuh dapat asupan oksigen yang dibutuhkan saat berolahraga.

“Kalau berpapasan sama orang, pakai lagi maskernya,” kata Inneke dalam Instagram Live “Tetap Fit Saat Pandemi: Nyaman Berolahraga Outdoor dengan Kulit Terlindungi” di akun Nivea, Minggu.

Pakaian

Pastikan busana olahraga menyerap keringat dan cepat kering. Pakailah sepatu yang pas, tidak kesempitan, lengkap dengan kaos kaki agar kaki tidak lecet dan terkena jamur.

Waktu Berolahraga

Inneke mengatakan, waktu yang tepat untuk berolahraga di luar rumah berdasarkan rekomendasi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia adalah sebelum pukul 9 pagi.

Anda cukup terpapar matahari selama 15 menit untuk mendapatkan UVB yang membantu membentuk vitamin D.

“Habis 15 menit, lanjut berlari indoor atau di bawah pohon juga boleh.”

Tabir surya

Pakailah tabir surya, setidaknya SPF30, bila Anda ingin berolahraga pada pagi hari di luar rumah. Pakai ulang maksimal tiga hingga empat jam sekali. Bersihkan dulu sisa keringat yang menempel di kulit sebelom mengolesi tabir surya.

“Pilih yang water resistant kalau mau olahraga.”

Bukan cuma wajah yang perlu memakai tabir surya. Bagian tubuh yang terpapar sinar matahari seperti tangan dan tungkai juga perlu dilindungi. Orang-orang yang memakai busana lengan panjang sebetulnya juga tetap butuh tabir surya.

Meski tertutup busana, kulit juga tetap terpapar sinar matahari meski intensitasnya tidak setinggi orang yang kulitnya terpajan.

“Kalau tertutup, penyerapan sinar lebih sedikit,” kata dia.

Dia memberikan kiat dalam memanfaatkan teknologi untuk memantau indeks sinar ultraviolet. Lewat aplikasi cuaca di telepon pintar, Anda bisa lihat berapa indeks UV hari itu. Jika indeks ultraviolet di atas tiga, Anda wajib memakai tabir surya dan pelindung lain seperti topi.

Penyuka olahraga yang berdurasi lebih lama dan bakal terpapar sinar matahari lebih banyak membutuhkan SPF lebih tinggi, imbuh dia.

Tags:
olahragapakaian olahragapanduan berolahragawaktu yang tepat untuk berolahraga
Ananda Astri Dianka

Ananda Astri Dianka

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: