Simak Agenda Utama RUPST Summarecon Agung pada 24 Agustus 2021

05 Agustus 2021 21:29 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Laila Ramdhini

Kawasan proyek properti milik PT Summarecon Agung Tbk. / Summarecon.com

JAKARTA - Emiten properti PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 24 Agustus 2021 di Plaza Summarecon Lantai 8, Jakarta Timur.

Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), pemegang saham yang berhak hadir yakni mereka yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) rekening efek di KSEI per 30 Juli 2021.

Terdapat enam mata acara yang akan dibahas. Pertama, persetujuan laporan tahunan perseroan, termasuk pengesahan laporan keuangan, laporan kegiatan perseroan, dan laporan tugas pengawasan dewan komisaris untuk tahun buku 2020.

Kedua, penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2020. Ketiga, penunjukan akuntan publik untuk melakukan audit. Keempat, penetapan gaji atau honorarium dan tunjangan lainnya untuk anggota dewan komisaris dan direksi perseroan.

Kemudian dua agenda terakhir, yakni membahas Anggaran Dasar (AD) perseroan dan persetujuan pengalihan dan/atau penjaminan aset.

Adapun bagi pemegang saham atau kuasanya yang akan hadir secara fisik maupun elektronik, diimbau untuk mengonfirmasi kehadiran melalui aplikasi eASY.KSEI atau mengakses laman https://akses.ksei.co.id/.

Laba Kuartal I-2021

Sebagai informasi, laporan mutakhir kinerja SMRA atau per kuartal I-2021, laba bersih perseroan tercatat Rp37,41 miliar. Jumlah ini tumbuh tipis 1% year-on-year (yoy) dari laba periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp37,04 miliar.

Pendapatan SMRA pun tumbuh tipis 2,9% yoy menjadi Rp1,07 triliun pada tiga bulan pertama 2021. Pada periode yang sama sebelumnya, pendapatan SMRA sebesar Rp1,04 triliun.

Sektor pengembangan properti memberikan kontribusi pendapatan terbesar dengan Rp747,7 miliar atau 69,8% dari total pendapatan. Jumlah pendapatan di pos ini meningkat 48,7% dari sebelumya Rp502,91 miliar.

Pendapatan tiap pos pengembangan properti ini meningkat seluruhnya. Misalnya, pendapatan dari rumah tapak tercatat sebesar Rp442,69 miliar, melonjak 48,7% dari sebelumnya Rp297,65 miliar.

Lalu, bangunan komersial mencatatkan pendapatan Rp151,68 miliar, apartemen mendapatkan Rp96,25 miliar, perkantoran Rp31,42 miliar, kavling Rp17,86 miliar, dan pendapatan lainnya Rp7,8 miliar.

Meningkatnya laba bersih dan pendapatan SMRA pun berefek terhadap tumbuh tipisnya laba per saham yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Laba per saham pada kuartal I-2021 meningkat menjadi Rp2,59 per saham dari sebelumnya Rp2,57 per saham.

Liabilitas perusahaan tercatat meningkat tipis 4,4% menjadi Rp16,5 triliun dari posisi awal tahun yang sebesar Rp15,8 triliun. Liabilitas jangka pendek tercatat sebesar Rp8,55 triliun sementara liabilitas jangka panjang Rp7,93 triliun. Adapun, ekuitas tercatat Rp9,07 triliun, turun tipis dari awal tahun Rp9,08 triliun.

Aset perusahaan pun menjadi Rp25,6 triliun, tumbuh tipis dari sebelumnya Rp24,92 triliun. Aset ini terdiri dari aset lancar senilai Rp12,36 triliun dan aset tidak lancar Rp13,2 triliun.

Berita Terkait