Sikap Wait and See Bikin IHSG Gagal Rebound, Phintraco Sekuritas Punya 8 Saham Pilihan Hari Ini

05 November 2021 10:32 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Vega Aulia

Phintraco Sekuritas memprediksi adanya potensi koreksi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke kisaran level 6.520-6.550 pada perdagangan Jumat, 5 November 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA - Phintraco Sekuritas mengimbau investor agar mewaspadai adanya potensi koreksi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke kisaran level 6.520-6.550 pada perdagangan Jumat, 5 November 2021. Hal ini dapat terjadi jika breaklow pivot pada level 6.580 pada akhir pekan ini.

Berdasarkan riset yang diterima TrenAsia.com, Jumat, 5 November 2021, disebutkan bahwa sikap wait and see pelaku pasar akan menjadi faktor yang membatasi potensi rebound IHSG pada resistance terdekat di 6.600-6.630, kendati memperoleh arahan positif dari mayoritas indeks global pada perdagangan kemarin.

"Secara teknikal, potensi koreksi ditunjukkan dari terbentuknya pola shooting star pada perdagangan Kamis, 4 November 2021," tulis riset tersebut.

Selain itu, pelaku pasar nampaknya masih mencerna sinyal pengurangan pembelian obligasi oleh The Fed yang diperkirakan dimulai pada akhir November 2021. The Fed berencana mengurangi pembelian obligasi sebesar $15 miliar per bulan, dari nilai pembelian saat ini yang mencapai $120 miliar per bulan.

Masih terkait kebijakan moneter, Bank of England (BoE) juga memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan, sebuah langkah yang mengejutkan pasar. Merespon hal tersebut, nilai tukar rupiah melemah 0,37% ke level Rp14.366 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis sore, 4 November 2021.

Dari dalam negeri, pelaku pasar mengantisipasi rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal III-2021 yang diperkirakan berada pada rentang 3% hingga 4,5% secara tahunan (year-on-year/yoy). 

“Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan, di antaranya AGRO, SMGR, INTP, WTON, AMRT, JSMR, AKRA dan ANTM."

Sebelumnya, IHSG ditutup menguat 0,52% pada level 6.586,44 pada akhir sesi perdagangan Kamis, 4 November 2021. Pada hari itu, asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp315 miliar.

Berita Terkait