Siap-siap RI Bakal Punya BUMN Raksasa, Kalahkan Temasek Singapura dan Khazanah Malaysia

JAKARTA – Pemerintah tengah membangun Sovereign Wealth Fund (SWF) yang akan diperkirakan akan mengalahkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Temasek milik Singapura dan Khazanah milik Malaysia.

Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin menyatakan nilai seluruh perusahaan pelat merah dapat melebihi nilai Temasek Singapura hingga Khazanah Nasional Berhad milik Malaysia, bahkan setara dengan Abu Dhabi Investment Authority.

Menurutnya, hal itu sangat mungkin terjadi jika semua BUMN melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Dengan begitu, Budi bilang pemerintah bakal punya institusi sovereign wealth fund atau institusi pengelola investasi dengan nilai yang fantastis.

Budi menjelaskan, total pendapatan BUMN sebelum pandemi mencapai Rp2.400 triliun per tahun. Jika seluruh BUMN melantai di bursa efek, berdasarkan sales to price ratio dari Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar 3-4 kali di masa normal, maka market value-nya ditaksir mencapai Rp7.100 triliun.

“Secara teoretis jika kita IPO-kan seluruh BUMN yang ada dengan menggunakan standar sales to price ratio pasar sebelum COVID, pemerintah akan memiliki suatu institusi sovereign wealth fund yang lebih besar dari Temasek ataupun Khazanah. Mungkin setara dengan SWF Abu Dhabi,” ujarnya dalam sebuah diskusi virtual, Selasa 6 Oktober 2020.

Ia menambahkan, saat ini jumlah BUMN lebih dari 100 perusahaan dan semakin berkurang jumlahnya sejalan dengan adanya klasterisasi. Sedangkan, lanjut Budi, total nilai aset BUMN lebih dari Rp8.000 triliun. Nilai itu lebih besar dari keseluruhan aset pemerintah RI, yakni sekitar Rp6.600 triliun.

Lembaga Pengelola Investasi

Sebelumnya, pemerintah berencana membentuk Lembaga Pengelola Investasi (LPI). Rencananya lembaga ini akan diawasi langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Sovereign Wealth Fund (SWF), nama lain lembaga tersebut merupakan salah satu terobosan pemerintah dalam Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja.

Anggota Perumus LPI sekaligus Direktur Utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) Robertus Bilatea menyatakan lembaga tersebut akan mengelola investasi berskema dana abadi.

“LPI sehari-harinya akan dijalankan oleh dewan direksi tetapi dikontrol secara ketat oleh badan pengawas. Badan pengawas itu langsung Menteri Keuangan dan Menteri BUMN, dia langsung masuk ke dalam karena jumlah aset yang dikelola besar,” ujarnya. (SKO)

Tags:
Abu Dhabi Investment AuthoritybeiBUMNBursa Efek IndonesiaErick ThohirHeadlineholding bumnKhazanah Nasional BerhadLembaga Pengelola InvestasiMenteri BUMN Erick Thohirmenteri keuangan sri mulyaniOmnibus Law Cipta KerjaPT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI)RUU Cipta KerjaSovereign Wealth FundSri Mulyani IndrawatiTemasekUndang-undang Cipta Kerja
Drean Muhyil Ihsan

Drean Muhyil Ihsan

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: