Siap Aliri 4 Kabupaten/Kota, Pembangunan SPAM Wosusokas Senilai Rp2,2 Triliun Dimulai

22 Juli 2021 09:03 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Amirudin Zuhri

Ilustrasi sistem penyediaan air minum (SPAM). / Dok. Kementerian PUPR

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini sedang menyiapkan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Wososukas di Provinsi Jawa Tengah. 

SPAM ini akan menambah pasokan air bersih perpipaan di Kabupaten Wonogiri, Sukoharjo, Karanganyar, dan Kota Surakarta. Kebutuhan pembiayaan pembangunan SPAM Regional Wosusokas sekitar Rp2,2 triliun dengan masa pelaksanaan konstruksi pada 2021-2024.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan SPAM Regional Wosusokas merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dimulai penyiapan pelaksanaan dan administrasi Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian PUPR pada 2020.

“Layanan pembangunan SPAM skala regional diutamakan untuk pemenuhan kebutuhan domestik agar masyarakat menikmati air minum berkualitas dengan harga terjangkau, berkesinambungan selama 24 jam,” ujar Basuki dikutip dari siaran pers, Kamis, 22 Juli 2021.

Menurutnya, adanya SPAM juga dapat meningkatkan perbaikan kesehatan masyarakat yang berhubungan dengan air bersih. Basuki mengungkapkan konstruksi air baku untuk SPAM Wososukas sudah selesai dibangun sebelumnya pada 2019.

Sumber air baku SPAM Regional Wosusokas berasal dari Waduk Gajahmungkur yang disalurkan melalui pipa transmisi air bersih dengan 12 titik reservoir.

SPAM Regional Wosusokas rencananya memiliki kapasitas 1.450 liter/detik yang dapat melayani 116.000 Sambungan Rumah (SR) atau 580.000 jiwa.

Pembangunan SPAM dilaksanakan secara bertahap, yakni Tahap I berkapasitas 750 liter/detik dan Tahap II berkapasitas 700 liter/detik.

Untuk Tahap I akan didistribusikan sebesar 200 liter/detik di Kabupaten Wonogiri, 300 liter/detik di Sukoharjo, 50 liter/detik di Kabupaten Sukoharjo, dan 200 liter/detik di Kota Solo. Sedangkan untuk alokasi air curah sisanya akan dilanjutkan pada Tahap II.

Berita Terkait