Setelah Masuk Situasi Terburuk, Saham Eropa Berbalik Naik

20 Juli 2021 20:08 WIB

Penulis: Amirudin Zuhri

Editor: Amirudin Zuhri

Karyawan melintas di depan layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin, 21 Juni 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA- Setelah mengalami aksi jual terburuk pada tahun 2021 ini, Bursa saham Eropa pada Selasa 20 Juli 2021 berbalik arah. Situasi ini didukung oleh beberapa laporan pendapatan perusahaan yang positif dan data produksi terbaru dari perusahaan pertambangan.

Indeks STOXX 600 pan-Eropa naik 1 persen di awal perdagangan setelah kekhawatiran tentang virus varian Delta yang menyebar cepat dan pertumbuhan ekonomi yang melambat menjatuhkan indeks mencapai 2,3 persen pada hari sebelumnya.

Perusahaan pertambangan memimpin kenaikan 1,6 persen, setelah BHP Group dan Anglo American merilis angka produksi yang optimistis

Sebagaimana dilaporkan Reuters, harga saham Bank Swiss UBS naik 4,6 persen setelah membukukan lonjakan laba bersih kuartal kedua sebesar 63 persen, didukung oleh bisnis manajemen kekayaan yang sedang booming. Saham perusahaan sejenis Credit Suisse naik 1,8 persen.

Di antara yang turun, AB Volvo Swedia turun 3,6 persen karena memperingatkan kemungkinan gangguan produksi lebih lanjut pada tahun ini karena keterbatasan pasokan chip.

Saham pembuat peralatan rumah tangga, Electrolux jatuh 8,7 persen setelah melaporkan laba operasi kuartal kedua yang lebih rendah dari perkiraan dan memperingatkan gangguan rantai pasok global akan memburuk dalam beberapa bulan mendatang.

Berita Terkait