Setelah Kalbar, Ini 4 Lokasi Pembangunan PRPEP sebagai Destinasi Wisata Mangrove

23 Juli 2021 00:55 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Sukirno

Ilustrasi: Hutan Mangrove Singkawang, Kalimantan Barat / Foto: singkawangexpo.ekraf.info

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) akan membangun Pusat Restorasi dan Pengembangan Ekosistem Pesisir (PRPEP).

Pembangunan tersebut menyasar empat lokasi, yaitu Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Majene, dan Kabupaten Malang.

Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Hendra Yusran Siry mengungkapkan, PRPEP ditujukan untuk kelompok masyarakat, Masyarakat Hukum Adat (MHA), lembaga pemerintahan dan lembaga nonpemerintah yang mempertahankan ekosistem pesisir dari kerusakan.

Menurutnya, langkah ini berguna untuk memulihkan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil. Selain itu, PRPEP juga disiapkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar melalui ekowisata treking mangrove.

Ekowisata tersebut meliputi trekking yang berasal dari bambu, kayu atau beton, dengan tambahan gapura atau gazebo, menara pemantauan, toilet, tempat sampah, dan pondok pengelola serta papan informasi.

“Kegiatan ini akan melibatkan masyarakat setempat sehingga mereka turut memiliki kepedulian dan memelihara ekosistem pesisir di wilayahnya,” mengutip keterangan tertulis, Kamis, 22 Juli 2021.

Ia berharap, PRPEP dapat berfungsi sebagai laboratorium alam atau mangrove sekaligus menjadi destinasi wisata umum dan ilmiah. Jika berhasil, ia optimistis dapat mengungkit perekonomian masyarakat sekitar.

Adapun pemilihan empat lokasi pembangunan kali ini telah disesuaikan dengan rencana usulan kelompok atau penggiat mangrove. Pertimbangan ini dilakukan demi memaksimalkan potensi wilayah tersebut.

PRPEP lainnya di Indonesia

Diketahui, sebelumnya pemerintah juga meresmikan (PRPEP) di Desa Setapuk Besar, Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Biaya pembangunan PRPEP ini mencapai Rp1 miliar serta melibatkan kelompok masyarakat Perkumpulan Peduli Mangrove Surya Perdana Mandiri. Kelompok masyarakat ini telah lama berperan penting dalam menjaga kelestarian ekosistem mangrove di Desa Setapuk Besar, Singkawang.

Adapun infrastruktur yang dibangun ini meliputi gerbang atau gapura, tracking mangrove sepanjang 255,5 meter, spot swafoto, gazebo sentra kuliner, pemasangan lantai papan tower, toilet dan tempat sampah.

Berita Terkait