Setelah ‘Hilang’ Tiga Bulan, Ma Akhirnya Nongol Lagi

January 20, 2021, 08:03 PM UTC

Penulis: Fajar Yusuf Rasdianto

Salah satu konglomerat terkaya Asia, pemilik Alibaba, Jack Ma / Reuters

JAKARTA – Founder Alibaba Group, Jack Ma akhirnya kembali muncul setelah tiga bulan ‘menghilang’ usai kritiknya kepada pemerintah China pada 24 Oktober 2020 lalu. Ma muncul dalam sebuah video berdurasi 50 detik yang ditujukan kepada para guru di 100 wilayah terpencil di China.

Tianmu News melaporkan, video tersebut dibuat oleh Zhejiang Daily Group. Dalam video itu, Ma menyebut bahwa dirinya sedang belajar untuk menelurkan pemikirannya kepada para pengusaha di China supaya mau memberi kontribusi kepada negara. Khususnya, dalam upaya merevitalisasi wilayah terpencil dan mengurangi kemiskinan.

Ma mengungkapkan, bahwa dia bakal berupaya untuk mengentaskan kemiskinan dan membangun kota terpencil demi negaranya. Sebab itu, kata dia, merupakan tanggung jawab para pengusaha di generasi saat ini.

Dalam pidatonya, Ma juga berjanji bakal mengundang para guru untuk datang ke Sanya, China untuk menyampaikan segala keluh kesahnya. Itu, sambung dia, akan dilakukan usai pandemi COVID-19 berakhir.

“Saat pandemi coronavirus berakhir, kita harus mencari waktu untuk mengundang Anda semua ke Sanya, dan kita bica bertemu secara tatap muka,” ungkap Ma.

The Jack Ma Foundation membenarkan kehadiran Ma dalam video tersebut. Salah seorang sumber mengungkapkan bahwa Ma memang memberikan pidatonya dalam acara “Rural Teacher Iniative” pada Rabu, 20 Januari 2021.

Usai kehadiran Ma dalam video itu, saham Alibaba Group tetiba melesat 16% dalam waktu singkat. Saham anak usaha Alibaba, yakni Alibaba Pictures juga naik 2%, dan Alibaba Health Information Technology melonjak 12% atau peningkatan tertinggi sejak enam bulan terakhir.

“Ini sebuah pesan dari Jack Ma bahwa dia tidak ke mana-mana. ‘Saya tetap di China’ dan Alibaba tetap beroperasi secara normal dan tekanan pemerintah tidak signifikan menekan kinerja perusahaan,” ungkap Chief of E-Commerce Consultancy Dolphin Think Tank, Li Chengdong.

“Ini juga sebuah pesan kepada pasar modal bahwa pemerintah China tidak secara pribadi menargetkan untuk memiliki perusahaan,” tambah Li. (SKO)