Setelah Australia, INKA Ekspor Perdana 262 Gerbong Kereta ke Selandia Baru

01 Januari 2022 11:06 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Rizky C. Septania

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melepaskan ekspor perdana 262 gerbong kereta PT INKA ke Selandia Baru di Madiun, Jawa Timur, Jumat, 31 Desember 2021. (BPMI Setpres)

JAKARTA -- Menutup tahun kalender 2021, produsen kereta api nasional PT Industri Kereta Api (INKA) berhasil melakukan ekspor perdana 262 gerbong barang jenis container flat top wagon ke Selandia Baru.

Pelepasan ekspor dilakukan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Madiun, Jawa Timur, Jumat, 31 Desember 2021.

Ekspor ini merupakan langkah besar Indonesia dalam hal ini khususnya INKA untuk kembali mengambil peran di pasar kereta api di wilayah Oseania. Sebelumnya, PT INKA juga telah melakukan ekspor sebanyak 224 blizzard centre sills untuk BradkenRail, Australia.

Budi Karya mengatakan keberhasilan ekspor perdana INKA membuktikan bahwa produsen kereta api nasional tersebut mampu menciptakan produk berkualitas yang mampu bersaing di pasar internasional.

"Kita harus bangga, anak bangsa mampu mengekspor produk yang memiliki nilai strategis dan ekonomi yang tinggi," katanya.

Budi Karya menyampaikan, PT INKA tidak hanya membuat gerbong kereta api, tetapi juga membuat bus listrik yang nantinya akan disiapkan untuk perhelatan KTT G20 di Bali.

Adapun prototipe bus listrik PT INKA yakni E-INOBUS ikut meramaikan pameran kendaraan listrik yang digelar Kementerian Perhubungan di Taman Wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, pada 6 November 2021.

Setelah dilakukan uji coba mulai tahun lalu, PT INKA telah menyatakan kesiapan mereka untuk memproduksi bus listrik dengan menggandeng perusahaan asal Taiwan bernama Tron E yang merupakan pemasok sistem baterai dan motor listrik. 

Rencananya, PT INKA menggandeng perusahaan asal Malang, Jawa Timur, yaitu Piala Mas untuk merakit bus listrik berukuran medium atau 8 meter sampai dengan 12 meter dengan menghabiskan biaya hingga Rp2 miliar.

Budi Karya menambahkan, PT INKA juga diarahkan untuk membuat kontainer untuk kapal tol laut di wilayah Indonesia Timur.

“Semua itu adalah barang produktif yang memberikan dukungan investasi, dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi," katanya.

Dia pun berharap PT INKA terus dapat menjaga kualitas dan harga, yang dapat meningkatkan daya saing produknya di luar negeri.

“Pak Presiden Joko Widodo meminta kepada saya untuk terus mengawal produk-produk dalam negeri," tandasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT INKA Budi Noviantoro mengatakan, pemesan gerbong barang dilakukan oleh perusahaan Kiwi Rail, yaitu BUMN di Selandia Baru yang bergerak sebagai operator transportasi perkeretaapian.

Perusahaan tersebut juga sebagai operator feri antarpulau terbesar di negara tersebut.

Di masa depan, dia berharap kerja sama kedua BUMN ini dapat terus berlanjut sebagai upaya mempererat hubungan bisnis antarnegara.

"Masih ada beberapa paket kerja sama yang akan kita perjuangkan. Semoga PT INKA mendapatkan proyek selanjutnya, ungkapnya.

Berita Terkait