Setelah 66 Tahun Produksi Berhenti, Bomber Tu-160M Baru Rusia Terbang Perdana

13 Januari 2022 15:32 WIB

Penulis: Amirudin Zuhri

Editor: Amirudin Zuhri

Tu-160M baru yang terbang perdana (UAC)

MOSKOW-Rusia menerbangkan pembom strategis Tu-160M ​​Blackjack pertama dari batch produksi baru. Pembangunan pembom sayap geometri variabel yang dikembangkan menjelang akhir Perang Dingin tersebut sebelumnya telah dihentikan pada tahun 1995. Ini berarti setelah sekitar 66 tahun produksi dihentikan pesawat baru kembali terbang.

Sejak saat itu hanya beberapa bomber yang meluncur dari jalur produksi. Tetapi mereka hanya menggunakan sisa-sisa komponen yang ada.  Pada tahun 2015, Moskow akhirnya memutuskan untuk meluncurkan kembali produksi dalam bentuk Tu-160M ​​yang ditingkatkan. Langkah yang dinilai sebagai tindakan sementara karena penundaan program pembom generasi baru PAK DA.

Tu-160M ​​ baru pertama ini mengudara pada Rabu 12 Januari 2022 di lapangan terbang pabrik Kazan Aviation Plant milik Tupolev. 

United Aircraft Corportation (UAC) yang menjadi induk Tupulev dan Kazan Aviation mengatakan  Tu-160M ​​baru diterbangkan ke ketinggian lebih dari 1.960 kaki dan berada di udara selama sekitar 30 menit. Awak pilot uji melakukan manuver untuk memeriksa stabilitas dan pengendalian pesawat di udara.

Kisah peluncuran kembali produksi Blackjack dimulai lebih dari satu dekade lalu ketika Rusia mulai mengerjakan PAK DA. Bomber yang menggunakan desain sayap terbang, siluman, dan terbang pada kecepatan subsonik. Bomber siluman ini direncanakan untuk menggantikan armada bomber yang ada saat ini. Namun program ini telah dirundung oleh penundaan dan pendanaan yang terbatas dan pada tahun 2015 keputusan dibuat untuk melanjutkan produksi seri Tu-160 dan menunda PAK DA.

Pesanan resmi untuk 10 Tu-160M ​​baru kemudian ditandatangani di pabrik Kazan pada Januari 2018. Pada saat itu biaya unit setiap pembom baru mencapai sekitar US$270 juta atau sekitar Rp4 triliun (kurs Rp14.300). Pesawat pertama diharapkan akan siap pada tahun 2021. 

Angkatan Udara Rusia telah menyatakan persyaratan untuk setidaknya 50 pesawat Tu-160M ​​ baru meskipun sejauh ini tidak ada pesanan lebih lanjut telah ditempatkan. Sebanyak 17 Tu-160 saat ini membentuk armada Blackjack Rusia.

Selain membangun baru Rusia juga meningkatkan Tu-160 yang ada dan dikenal dengan Tu-160M. Untuk membedakan, pesawat yang benar-benar baru dibangun disebut sebagai Tu-160M2. Namun kemudian sebutan lebih umum menggunakan Tu-160M untuk keduanya.

Dengan pemikiran tersebut Tu-160M ​​baru yang mengudara pada 22 Januari 2021 kemungkinan sangat mirip dengan Tu-160M ​​yang dimodernisasi. Pesawat yang ditingkatkakn ini mengudara pertama pada Februari 2020.

Teknologi Baru

Konfigurasi Tu-160M ​​memperkenalkan sistem misi dan avionik yang benar-benar baru. Radar lama digantikan oleh NV-70M baru, sementara kru sekarang dilengkapi dengan kokpit yang dilengkapi dengan tampilan digital, menggantikan instrumen analog sebelumnya. 

Sistem kontrol penerbangan, peralatan navigasi dan perangkat komunikasi juga baru. Untuk perlindungan diri, Tu-160M ​​memperkenalkan suite pertahanan baru, dan ada juga sistem pengintaian baru.

Karena produksi Blackjack sudah lama terhenti, upaya untuk memulai kembali jalur di Kazan bukanlah perkara mudah. Hambatan utama mengembalikan Blackjack ke produksi adalah persyaratan untuk mesin baru karena produksi mesin Kuznetsov NK-32 yang digunakan bomber tersebut sudah lama terhenti. Sebagai gantinya perusahaan telah mengembangkan NK-32-02 yang dimodernisasi. Mesin juga menggabungkan peningkatan aerodinamis internal dan pendinginan yang lebih efisien. Peningkatan ini menghasilkan pengurangan konsumsi bahan bakar.  Menurut Tupolev dengan mesin baru tersebut jangkauan Tu-160M meningkat ​​hingga 13 persen dibanding pesawat lama. 

Selain masalah mesin dimulainya kembali produksi juga mengharuskan Tupolev untuk mendigitalkan dokumentasi desain pesawat dan melanjutkan teknik pengelasan vakum canggih untuk komponen titanium tertentu. Upaya tersebut juga memerlukan kerjasama baru antara perusahaan industri yang berbeda untuk memastikan metalurgi, teknik mesin, dan teknik pembuatan instrumen yang diperlukan tersedia.

Direktur Umum UAC Yuri Slyusar dalam sebuah pernyataan mengatakan  Tu-160 adalah salah satu proyek terbesar dan berteknologi tinggi di industri penerbangan.

 “Pelaksanaan program ini tidak hanya membutuhkan renovasi fasilitas produksi tetapi juga penciptaan lingkungan digital baru yang fundamental untuk mengerjakan proyek tersebut,” katanya. Dia menambahkan sejumlah biro desain pesawat berpartisipasi dalam persiapan dokumentasi digital untuk proyek tersebut. 

Kemunculan TU-160M baru ini menambah sejarah unik dari Blackjack. Pesawat ini pernah lebih banyak dimiliki Ukraina sebelum kemudian Rusia dengan perjuangan berat baru bisa membelinya. Bahkan sejumlah pesawat dihancurkan oleh Ukraina karena tekanan Amerika. 

Sebanyak delapan Tu-160 dibeli oleh Rusia dari Ukraina. Sementara produksi terbatas menghasilkan enam pesawat lain yang diselesaikan di Kazan antara tahun 1992 dan 1995. Setelah itu, dengan menggunakan pesawat yang tidak lengkap yang ditinggalkan di pabrik, tiga Tu-160 tambahan selesai dan diluncurkan di Kazan pada tahun 1999, 2006, dan 2017.

Berita Terkait