Sering Dengar Porto Nyangkut, Pom-pom atau Serok? Ini Maksudnya..

23 November 2021 08:22 WIB

Penulis: Vega Aulia

Editor: Vega Aulia

Karyawan melintas dengan latar layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin, 22 November 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – Ketika investor ritel baru mulai berinvestasi di pasar modal Indonesia khususnya pasar saham, seringkali ditemui beberapa istilah investasi di berbagai forum percakapan, komunitas investasi atau aplikasi saham. 

Berikut ini adalah 20 istilah seputar investasi yang dirangkum TrenAsia.com pada Selasa, 23 November 2021, seperti dikutip dari Kamus Kosakata Istilah Investasi dari Stockbit, Big Alpha dan sumber lainnya.

1. Boncos: Keadaan saat investor atau trader mengalami kerugian atau menjual saham di bawah harga belinya.

2. Bandar: Pihak yang memiliki modal besar. Biasanya, bandar dinilai dapat menggerakkan harga saham. Bandar juga sering disebut dengan istilah market maker.

3. Bagger: Keuntungan ratusan persen atau berkali-kali lipat. Contoh: 5 bagger berarti keuntungan 500%, two bagger berarti keuntungan dua kali lipat dari investasi awal, dan seterusnya.

4. Cuan: Keadaan saat investor atau trader mendapat keuntungan dari saham.

5. Cut Loss (CL): Kegiatan menjual saham setelah melewati batas kerugian yang ditentukan.

6. Nyangkut: Keadaan ketika harga saham saat ini lebih rendah dibandingkan dengan harga beli. Dengan demikian, investor akan mengalami sebuah kerugian apabila menjual saham yang “nyangkut” tersebut.

7. Pom-pom: Kegiatan yang dilakukan individu atau kelompok yang “mempromosikan dan mengunggulkan” suatu saham agar orang lain membeli saham itu.

8. Serok: Membeli saham saat harganya sudah turun secara signifikan. Aksi ini biasanya dilakukan ketika indeks saham atau harga sebuah saham turun drastis. 

9. Take Profit (TP): Kegiatan menjual saham setelah mencapai target price yang diinginkan investor.

10. Fear of Missing Out (FOMO): Takut ketinggalan tren. Contoh: ketika komoditas batu bara banyak diperbincangkan, maka seseorang langsung investasi di komoditas tersebut tanpa analisis yang dalam.

11. Tebar fear: Kegiatan yang dilakukan individu atau kelompok yang “menjelekkan” suatu saham agar orang lain menjual saham itu.

12. Saham Gorengan: Saham yang pergerakannya dianggap tidak mencerminkan kondisi fundamental, serta volume dan nilai transaksi hariannya tidak wajar.

13. Saham blue chip: Saham dengan ukuran kapitalisasi pasar yang besar. Biasanya saham blue chip juga dianggap memiliki fundamental yang baik dan produknya sering dipakai oleh masyarakat. 

14. Saham gocap: Saham yang harganya Rp50, berada tepat di level paling rendah di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ini berlaku untuk perusahaan yang tercatat pada papan utama dan pengembangan dan tidak bisa turun lagi. 

15. Haka (Hajar Kanan): Strategi membeli saham dengan memasang harga tinggi di kolom offer (antrian jual) agar langsung mendapatkan saham yang ingin dibeli tanpa mengantre.

16. Haki (Hajar Kiri): Strategi menjual saham dengan memasang harga rendah di kolom bid (antrean beli) agar langsung menjual saham yang ingin dijual tanpa mengantre.

17. ARA (Auto Reject Atas): Keadaan saat harga suatu saham naik ke level maksimal yang dibolehkan oleh BEI.

18. ARB (Auto Reject Bawah): Keadaan saat harga suatu saham turun ke level maksimal yang dibolehkan oleh BEI.

19. Ketinggalan kereta: Keadaan saat investor atau trader ingin membeli saham namun harganya sudah mengalami peningkatan yang signifikan. Namun, orang bijak pernah berujar: jangan pernah takut ketinggalan kereta karena kereta berikutnya selalu akan datang.

20. Nyopet: Strategi trading cepat atau jangka pendek. Biasanya disebut juga ODT (One Day Trading), yaitu beli saham dan kemudian menjualnya pada hari yang sama. 

Berita Terkait