Serikat Pekerja Kereta Api Tolak Akusisi KCI Oleh MRT Jakarta

January 13, 2021, 09:36 AM UTC

Penulis: Ananda Astri Dianka

Sejumlah penumpang bersiap menaiki rangkaian kereta listrik (KRL) di Stasiun Cawang, Jakarta, Senin, 14 September 2020. Pengguna transportasi KRL menurun drastis saat hari pertama pemberlakuan PSSB total. Pengguna KRL tercatat ada 92.546 pengguna atau berkurang hingga 19% dibandingkan Senin 7 September 2020 pekan lalu yang mencapai 114.075 pengguna pada waktu yang sama. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Serikat Pekerja Kereta Api (SPKA) se-Jawa dan Sumatera menolak aksi korporasi PT MRT Jakarta yang akan mengakuisisi 51% saham PT KAI Commuter (PT KCI) selaku lini bisnis PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI.

Menurut Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) SPKA, akuisisi justru berpotensi akan merusak sistem transportasi perkeretaapian yang sudah mapan.

“Integrasi antarmoda bisa dilakukan tanpa perlu akuisisi,” tulis SPKA dalam keterangan resmi, Rabu, 13 Januari 2021.

Secara tegas, SPKA mendukung integrasi antar moda secara terpadu dengan tanpa mengambil langkah akuisisi yang menjadikan kepemilikan PT KAI menjadi hanya 49%.

Menurutnya, sangat ironis apabila Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendapat porsi kepemilikan lebih kecil daripada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

SPKA mengungkapkan, ada sejumlah pertimbangan yang perlu dipertimbangkan oleh manajemen PT KAI untuk menolak akuisisi tersebut.

Seperti misalnya pengalaman PT KAI yang lebih mumpuni mengelola moda transportasi berbasis rel dan memiliki lintas operasional yang lebih panjang (Panjang rel) dan kompleks.

Pembebasan dan Penertiban

Selanjutnya, biaya PT KAI yang telah dikeluarkan untuk pembebasan dan penertiban di wilayah operasional PT KCI serta pembangunan dan penataan kawasan sangat besar.

Citra PT KCI yang sudah bagus serta mempertimbangkan pekerja di lingkgan PT KAI yang selama ini bertugas. “Kami menolak akuisisi PT KCI oleh perusahaan yang baru lahir.”

Sebagai informasi, PT MRT Jakarta akan mengakuisisi 51% saham PT KCI demi pengembangan sistem integrasi transportasi di Jabodetabek.

Untuk aksi korporasi ini, PT MRT memanfaatkan dana pinjaman dari PT SMI senilai Rp1,7 triliun yang merupakan bagian dari anggaran program pemulihan ekonomi nasional.