Serap 97 Persen Tenaga Kerja RI, Airlangga: UMKM Punya Peran Penting dalam Proses Pemulihan Ekonomi

22 Mei 2022 19:19 WIB

Penulis: Desi Kurnia Damayanti

Editor: Rizky C. Septania

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ketika memimpin Rapat Komite Pengarah BPDPKS, di Jakarta, Selasa, 18 Januari 2022. (Brankas foto Trenasia)

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) berperan penting dalam proses pemulihan ekonomi. Hal ini terbukti dengan adanya kontribusi UMKM yang menyerap 97% tenaga kerja sehingga bisa menghasilkan sekitar 61% Produk Domestik Bruto (PDB).

“Oleh karena itu, pengembangan UMKM merupakan necessary condition untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih tinggi lagi,” kata Airlangga dikutip dari keterangan pers, Jumat, 20 Mei 2022.

Saat ini, lanjut dia, porsi kredit UMKM dari total kredit masih terbatas sekitar 18%, sehingga perlu terus ditingkatkan. Dengan hal ini pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk melakukan mengembangan UMKM melalui peningkatan akses pembiayaan total kredit sebesar 30% pada tahun 2024. 

Pemerintah telah mengeluarkan berbagai bentuk kebijakan untuk meningkatkan akses pembiayaan UMKM. Salah satunya dituangkan dalam bentuk pembayaran iuran jasa penjaminan, maupun subsidi bunga dalam Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang sumber dananya berasal dari lembaga keuangan.

Selain itu, pembiayaan ultra mikro akan menggunakan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Tidak hanya itu, terdapat juga pembiayaan syariah yang nantinya akan disalurkan melalui Lembaga Keuangan Mikro. Hal ini dilakukan ggar penyaluran pembiayaan UMKM dapat berjalan optimal. 

“Diharapkan ekosistem pembiayaan yang terintegrasi, mulai dari program bantuan sosial sampai pembiayaan komersial lembaga keuangan, dapat mendorong lebih banyak UMKM yang naik kelas,” tambahnya.

Airlangga menyebut beberapa hal yang harus diperhatikan dalam meningkatkan daya saing UMKM, salah satunya melalui  inovasi digital dengan melakukan penyesuaian pola kinerja. Ha ini berguna agar cara kerja UMKM dapat lebih cepat, efektif, dan efisien. 

Demi memperkuat partisipasi UMKM dalam ekosistem ekonomi digital, pemerintah juga telah memberikan kemudahan, di antaranya melalui perizinan, insentif fiskal, akses pasar, dan akses bahan baku.

Berita Terkait