Sequis Bagikan 6.000 Rapid Test COVID-19 Gratis untuk Masyarakat

May 11, 2020, 05:03 AM UTC

Penulis: AZ

Sequis

JAKARTA – PT Asuransi Jiwa Sequis Life (Sequis)  mengadakan Rapid Test gratis kepada lebih dari 6.000 peserta. Kegiatan  ini berkolaborasi dengan jaringan 3 rumah sakit rekanan Sequis,yakni RS Primaya (d/h Awal Bros), RS Mitra Keluarga, dan RS Hermina. Dilakukan dengan cara drive thru (di dalam mobil) dan walk in (datang  langsung ke rumah sakit) di 27 lokasi di Jakarta, Depok, Tangerang,  Cibubur, Bekasi hingga Karawang yang dilaksanakan secara bertahap dari  27 April – 22 Mei 2020.

Pendaftaran rapid test dilakukan melalui bit.ly/rapidtestsequis. Situs  ini telah dilengkapi dengan SCOVIA (Sequis Corona Virus Intelligent  Assistant) yang bertugas melakukan pengecekan kondisi kesehatan calon  peserta. Pertanyaan yang diajukan oleh SCOVIA akan menentukan apakah  calon peserta masuk dalam kategori risiko tinggi atau rendah  terinfeksi COVID-19. Bila berisiko tinggi, peserta bisa mendaftar  rapid test gratis dari Sequis.

President Director and CEO Sequis Life Tatang Widjaja mengatakan bahwa  Indonesia saat ini berkejaran dengan waktu agar angka kasus tidak terus bertambah dan diharapkan kurva dalam grafik penyebaran COVID-19  dapat segera turun. Salah satu caranya adalah dengan melakukan test

berskala besar. Untuk itu, kegiatan kemanusiaan ini merupakan dukungan  Sequis bagi pemerintah Indonesia untuk menekan penyebaran pandemi COVID-19, khususnya di wilayah DKI Jakarta, sebagian Jawa Barat, dan  Tangerang.  “Kami melakukan rapid test gratis untuk mendukung pemerintah. Kami  melihat aktivitas ini paling memungkinkan untuk dilakukan dan bisa

menjangkau lebih banyak masyarakat. Selain memberikan rapid test  gratis, Sequis juga menyediakan alat rapid tes dan alat pelindung diri (APD) bagi para tenaga kesehatan yang membantu jalannya kegiatan,”  ujar Tatang.

Adapun pemeriksaan rapid test menggunakan sampel darah yang diambil  dari pembuluh darah vena dan digunakan untuk mendeteksi antibodi yang terbentuk saat tubuh mengalami infeksi COVID-19 sehingga pada tahap  awal, pasien yang positif virus ini dapat teridentifikasi lebih cepat.

Dalam kegiatan rapid test, diterapkan kebijakan pengaturan jarak fisik  (physical distancing) sehingga masyarakat yang mengikuti wajib mentaati aturan meminimalisasi kontak fisik dan menggunakan masker.