Produsen Rokok Sampoerna Catat Kenaikan Penjualan Jadi Rp47,62 Triliun pada Semester I-2021

30 Juli 2021 20:09 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Laila Ramdhini

Ilustrasi Cukai Rokok

JAKARTA – Produsen rokok PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) membukukan penjualan sebesar Rp47,62 triliun sepanjang semester I-2021. Jumlah ini naik 6,47% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni Rp44,73 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI), penjualan tersebut ditopang oleh ekspor sebesar Rp73,8 miliar.

Selain itu, penjualan lokal meliputi sigaret kretek mesin (SKM) sebesar Rp31,8 triliun, sigaret kretek tangan (SKT) sebesar Rp10,5 triliun, sigaret putih mesin (SKM) Rp4,6 triliun, dan sigaret putih tangan (SPT) sebesar Rp139 miliar. Adapun penjualan lainnya tercatat Rp 311 miliar.

Kendati penjualan naik, beban pokok penjualan yang ditanggung HMSP juga ikut naik kali ini. Nilainya tercatat rugi Rp38,79 triliun, lebih tinggi 10,85% dari sebelumnya rugi Rp34,99 triliun.  Adapun salah satu beban yang terbesar dipicu oleh kewajiban pita cukai sebesar Rp26,6 triliun.

Sementara itu, HMSP juga meraih laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk Rp4,13 triliun per 30 Juni 2021. Laba ini turun 15,39% dari laba Rp4,89 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Jumlah liabilitas mencapai Rp18,79 triliun per semester I-2021, turun dari Rp19,42 triliun per akhir 2020. Kemudian jumlah ekuitas Rp25,9 triliun, lebih rendah dibandingkan dengan Rp30,2 triliun per akhir 2020.

HMSP tercatat memiliki jumlah aset mencapai Rp44,70 triliun pada periode ini. Aset tersebut menurun dari jumlah aset Rp49,67 triliun per akhir 2020.

Berita Terkait