Sentuh Lebih Banyak Nasabah, Bank Mandiri Maksimalkan Peran Agen dan Digital Banking

27 September 2021 17:29 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Amirudin Zuhri

Gedung Menara Bank Mandiri di kawasan Sudirman, Jakarta. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA - Segmen ultra mikro merupakan pangsa pasar yang potensial bagi industri perbankan untuk mengerek pendapatan. Kendati demikian, kecakapan teknologi serta akses wilayah seringkali menghambat pelaku industri perbankan memberikan layanan  keuangan terhadap segmen tersebut.

Masalah ini coba diakali oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan mengkolaborasikan layanan digital banking dengan agen. Direktur Utama (Dirut) Bank Mandiri Darmawan Junaidi menyatakan perluasan layanan terhadap segmen ultra mikro sekaligus bisa mewujudkan inklusi keuangan di Indonesia 

“Bank Mandiri juga terus meningkatkan channel layanan digital serta peran agen untuk mendorong inklusi keuangan,” ucap Darmawan dalam Indonesia Financial Expo & Forum, Senin, 27 September 2021.

Bank Mandiri tercatat berpartisipasi dalam program Laku Pandai yang diinisiasi Otoritas JAsa Keuangan (OJK). Program ini merupakan langkah otoritas pengawas untuk menjangkau masyarakat yang tidak memiliki akses ke kantor cabang bank.

Bank berlogo berpita kuning ini telah mengerahkan 84.446 agen untuk menjangkau masyarakat hingga ke pelosok Indonesia. Lebih rinci, agen ini terdiri dari 63.953 agen branchless banking dan 22.494 agen bantuan sosial.

Hasilnya tidak mengecewakan. Jumlah transaksi melalui agen direkam Bank Mandiri sebesar 46 juta kali transaksi dengan volume menembus Rp54 triliun. 

Mengerahkan Livin’ By Mandiri

Sementara itu, Bank Mandiri mengerahkan super app Livin’ By Mandiri untuk menjangkau nasabah secara realtime kapan saja dan di mana saja. Darmawan mengklaim kehadiran digital banking membuat masyarakat yang terlayani oleh perbankan semakin melejit.

“Layanan Livin By Mandiri bisa memberikan pengalaman yang menyeluruh dengan integrasi berbagai layanan yang sudah dikembangkan. Kami optimistis dengan tingkat penggunaan telepon pintar di Indonesia yang menyentuh  67%, potensinya tinggi,” ujar Darmawan. 

Hingga Juni 2021, pengguna Livin By Mandiri telah mencapai 7,8 juta user atau tumbuh 45% secara year on year (yoy). Jumlah transaksi pun melejit 65% yoy dari 264,1 juta kali menjadi 434,9 juta kali.

Adapun nilai transaksi pada semester I-2021 menembus RP728,9 triliun atau naik 59% dibandingkan semester I-2020 yang hanya Rp459,0 triliun. Beberapa layanan yang bisa dilakukan melalui aplikasi ini antara lain pembayaran, fitur Quick Response (QR), pembayaran pajak, autodebet BPJS, hingga top up e-money.

“Pandemi juga sangat mendukung transformasi keuangan digital dan menjangkau masyarakat lebih luas,” tegas Darmawan.

Berita Terkait